Thiamphenicol

loading...

Definisi Obat

Thiamphenicol (Tiamfenikol) adalah antibiotik untuk mengobati beberapa infeksi akibat bakteri, antara lain : infeksi akibat bakteri Salmonella, seperti tifus, paratifus, Rickettsia, Lympogranulloma psittacosis, infeksi kuman yang resisten terhadap antibiotik lain, infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran pencernaan, bakteri gram negatif penyebab bakteria meningitis, dan infeksi saluran kemih misalnya gonore

Antibiotik ini larut dalam lemak dan bekerja dengan membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Oleh karena itu, jenis antibiotik ini tidak efektif untuk mengobati infeksi akibat virus, seperti flu atau pilek.
Obat ini digunakan di banyak negara sebagai antibiotik hewan, tetapi di Cina, Maroko dan Italia untuk digunakan pada manusia.

Thiamphenicol (juga dikenal sebagai thiophenicol dan dextrosulphenidol) adalah antibiotik yang memiliki spektrum aktivitas yang sama dengan chloramphenicol (kloramfenikol), tetapi 2.5 – 5 kali lebih kuat.

gambar obat thiamphenicol 500 miligram

Contoh Obat Generik Thiamphenicol 500mg

Nama Generik Thiamphenicol
Nama Merek Dagang alfatic, anicol, biothicol, canicol, cetathiacol, comthycol, conucol, corsafen, daiticin, dexycol, dionicol, fenibios, fosicol, fusaltrax, genicol, inticol, ipibiofen, kalticol, lacophen, lanacol, mirakap, nikolam, nilacol, nufathiam, opiphen, phenobiotic, promixin, renamoca, riamycin, sendicol, solathim, thiambiotic, thiamet, thiamex, thiamfilex, thiamika, thiamphenicol, thiamycin, thianicol, thislacol, tiphutic, troviakol, urfanicol, urfekol, venacol, yekathiacol, zecathiam, zicafen, zumatab.
Jenis Obat Antibiotik
Golongan Obat Obat Keras, Obat Resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa dan Anak-anak
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan Kapsul, obat cair, dan obat suntik
Indikasi Mengobati beberapa infeksi akibat bakteri, seperti infeksi Salmonella sp sp, H. influenzae, terutama infeksi meningeal.
Antibiotik ini sangat umum digunakan untuk pengobatan infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih misalnya gonore
Kontra Indikasi
  • Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (Alergi) terhadap tiamfenikol (thiamphenicol) dan antibiotik derivat chloramphenicol lainnya.
  • Jangan menggunakan antibiotik ini untuk pengobatan influenza, batuk pilek dan infeksi lain yang disebabkan oleh virus.
  • Sebaiknya tidak diberikan kepada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati.

Cara Kerja Obat

Thiamphenicol adalah antibiotik spektrum luas yang bekerja dengan cara berikatan dengan ribosom bakteri secara reversible sehingga menghambat sintesis protein dari bakteri yang peka, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri.

Dosis Obat

Takaran Thiamphenicol yang umumnya dianjurkan untuk dewasa adalah 50 mg/kg berat badan. Takaran tersebut merupakan total dosis thiamphenicol yang digunakan dalam sehari. Frekuensi konsumsi dibagi dalam tiga hingga empat kali minum per hari. Pembagian dosis tiap konsumsi dan frekuensinya akan ditentukan oleh dokter.

Dosis antibiotik ini akan disesuaikan menurut jenis dan tingkat keparahan infeksi dan riwayat kesehatan pasien.

Cara Minum Obat Yang Baik dan Benar

Anda harus mengonsumsi semua dosis yang diresepkan oleh dokter walau infeksi terlihat sudah membaik. Tujuannya untuk mencegah kambuhnya infeksi.

Bagi pasien yang membutuhkan penggunaan thiamphenicol untuk jangka panjang dianjurkan untuk menjalani tes darah secara berkala. Proses ini akan membantu dokter dalam memantau kondisi kesehatan pasien serta keefektifan antibiotik.

Berilah jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi thiamphenicol pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Untuk pasien yang lupa mengonsumsi thiamphenicol, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis thiamphenicol pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Pergunakanlah thiamphenicol sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.

Efek Samping Obat

Sama seperti obat-obat lain, semua obat pasti berpotensi efek samping, namun reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping thiamphenicol diantaranya : Mual, Muntah, Diare, Anemia aplastik, Urtikaria, dan Sindrom Gray pada bayi.

  • Reaksi hipersensitivias / alergi, gangguan pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare.
  • Obat ini dapat juga menyebabkan sariawan, glositis, ensefalopati, depresi mental, sakit kepala, ototoksisitas, anemia hemolitik dan reaksi jarish-herxheimer.
  • Jika antibiotik ini digunakan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan pendarahan, neuritis optik dan perifer.
  • Efek samping tiamfenikol (thiamphenicol) yang berpotensi fatal adalah penekanan pada sumsum tulang belakang, sindrom abu-abu pada bayi baru lahir dan prematur.
  • Jika tanda – tanda hipersensitivitas muncul segera hubungi pihak medis karena bisa menyebabkan shock anafilaktic yang bisa berakibat fatal.

Interaksi Obat

  • Metabolisme tiamfenikol (thiamphenicol) meningkat pada pemberian bersamaan dengan fenobarbital dan rifampisin
  • Tiamfenikol (thiamphenicol) dapat meningkatkan efek warfarin dan sulfonylurea.
    juga meningkatkan kadar fenitoin dalam plasma darah.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

Studi pada reproduksi hewan telah menunjukkan tiamfenikol (thiamphenicol) memberikan efek buruk pada janin. tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi manfaat penggunaan obat lebih tinggi pemberian pada ibu hamil dapat diberikan meski terdapat potensi resiko

Peringatan dan Perhatian

  • Wanita hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan thiamphenicol. Tiamfenikol (thiamphenicol) juga terdeteksi ikut keluar bersama ASI, sehingga jika memungkinkan pemakaian tiamfenikol (thiamphenicol) selama menyusui sebaiknya dihindari
  • Penting bagi penderita untuk menghabiskan thiamphenicol sesuai resep dokter guna memastikan bakteri penyebab infeksi musnah dan mencegah kambuhnya infeksi.
  • Pengguna thiamphenicol untuk jangka panjang (lebih dari 10 hari) sebaiknya menjalani tes darah secara berkala.
  • Hati-hati bagi yang menderita gangguan hati, gangguan ginjal, alergi terhadap obat-obatan terutama antibiotik yang sejenis, serta defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD).
  • Selama pemakaian dianjurkan untuk minum minimal 1.5 liter/hari untuk mencegah kristaluria.
thiamphenicol | harga obat thiamphenicol | harga tiamfenikol | obat dionicol thiamphenicol untuk apa | obat thiamphenicol | obat dionicol | thiamex 500 | dionicol thiamphenicol sirup | harga thiampenicol | thiamex |
Thiamphenicol Khabib M 07 Sep 2016. Thiamphenicol

Definisi Obat Thiamphenicol (Tiamfenikol) adalah antibiotik untuk mengobati beberapa infeksi akibat bakteri, antara lain : infeksi akibat bakteri Salmonella, seperti tifus, paratifus, Rickettsia, Lympogranulloma psittacosis, infeksi kuman yang resisten terhadap antibiotik lain, infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran pencernaan, bakteri gram negatif penyebab bakteria meningitis, dan infeksi saluran kemih misalnya gonore Antibiotik ini larut dalam lemak […]

4.9 Khabib M
loading...

Kolom Tanya Jawab

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *