Indeks_Obat A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Salbutamol

Definisi Obat

Salbutamol adalah obat yang digunakan untuk mengobati asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Salbutamol adalah obat sistem saluran nafas yang termasuk golongan agonis adrenoreseptor beta-2 selektif kerja pendek (short acting beta-adrenergic receptor agonist).

Salbutamol termasuk jenis obat bronkodilator yang bekerja dengan melemaskan otot-otot di sekitar saluran pernapasan yang menyempit sehingga melebarkan saluran udara pada paru-paru, dan udara dapat mengalir lebih lancar ke dalam paru-paru.

Obat ini termasuk golongan inhaler jenis pereda dengan kemasan yang umumnya berwarna biru. Inhaler jenis pereda digunakan untuk meringankan gejala-gejala asma dengan cepat saat serangan berlangsung dan juga bisa mengobati Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

Keefektifan salbutamol akan langsung terasa dalam beberapa menit setelah dihirup dan dapat bertahan selama sekitar empat jam.
Harap diingat bahwa obat hirup ini hanya efektif untuk meredakan sesak napas dan bukan untuk mencegahnya.

Salbutamol pertama kali dibuat pada tahun 1967 di Inggris. Hal ini disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada tahun 1982.

gambar obat salbutamol

Contoh Obat Generik Salbutamol 4mg Produksi Kimia Farma

Nama Generik Salbutamol
Nama Merek Dagang Ascolen, asmacel, astop, azmacon, bromosal, bronchosal, butasal, buventol, cybutol, fartolin, glisend, grafalin, lasal, salbron, salbutamol,
salbuven, salvasma, suprasma, varsebron, ventab, ventolin, ventolin nebulizer, volmax.
Jenis Obat Bronkodilator (beta2-agonist dengan reaksi cepat)
Golongan Obat Obat Keras, Obat Resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa dan anak-anak
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan pil tablet, Injeksi dan Obat hirup (inhaler) ( biasanya dipasarkan dalam bentuk salbutamol sulfat dengan kadar 2 mg / tablet, 4 mg / tablet, 2 mg / 5 ml sirup, dan 0.5 mg / ml injeksi. Juga tersedia dalam sediaan inhalasi aerosol atau inhalasi nebulizer.)
Indikasi
  • Salbutamol umumnya digunakan untuk mengobati bronkospasme (misalnya penyakit asma karena alergi tertentu), dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Seperti beta-2-agonis lainnya, obat ini juga digunakan dalam bidang kebidanan yang berfungsi sebagai tokolitik. Pemberian obat dilakukan secara intravena untuk tujuan mencegah kelahiran prematur.
  • Obat ini bisa digunakan untuk mengobati hiperkalemia akut karena kemampuannya merangsang aliran kalium ke dalam sel sehingga konsentrasi kalium dalam darah berkurang.
  • Untuk pengobatan kejang bronkus pada pasien yang memiliki penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, salbutamol lebih dipilih karena bekerja lebih lama dan lebih aman, dibanding beta-2 adrenergic lainnya.
Kontra Indikasi Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (Alergi) terhadap obat ini atau obat agonis adrenoreseptor beta-2 lainnya.

Cara Kerja Obat

Obat ini bekerja dengan cara merangsang secara selektif reseptor beta-2 adrenergik terutama pada otot bronkus. hal ini menyebabkan terjadinya bronkodilatasi karena otot bronkus mengalami relaksasi.

Dosis Obat

Penentuan dosis salbutamol tergantung pada tingkat keparahan gejala dan kondisi kesehatan pasien. Dosis salbutamol dalam satu kali hirup biasanya adalah 100 mikrogram dan penggunaan maksimalnya adalah delapan kali hirup per hari.
Berikut ini adalah dosis salbutamol selengkapnya :

  • Salbutamol Sediaan Oral :
    Dewasa : 4 mg 3-4 x sehari, dosis tunggal, maksimal 8 mg.
    anak usia < 2 tahun : 200 mcg / kg BB, 4 x sehari.
    usia 2- 6 tahun : 1-2 mg 3-4 x sehari, 6-12 tahun 2 mg.
    lansia dan pasien yang sensitif : dosis awal 2 mg.
  • Injeksi subkutan atau intramuskular :
    500 mcg diulang tiap 4 jam bila perlu.
  • Infus intravena lambat :
    250 mcg, diulang bila perlu.
  • Infus intravena :
    awal 5 mcg / menit, kemudian dosis disesuaikan dengan respons dan denyut jantung, umumnya antara 3-20 mcg / menit, atau lebih bila perlu.
  • Inhalasi aerosol :
    Dewasa : 100-200 mcg (1-2 hirupan). Untuk gejala yang persisten 3-4 x sehari.
    Anak : 100 mcg (1 hirupan) dapat dinaikkan menjadi 200 mcg (2 hirupan) bila perlu.
  • Profilaksis untuk bronkospasme akibat latihan fisik :
    dewasa : 200 mcg (2 hirupan),
    anak : 100 mcg (1 hirupan).
  • Inhalasi nebuliser :
    bronkospasme kronis yang tidak memberikan respons terhadap terapi konvensional dan untuk asma akut yang berat : Dewasa dan anak > 18 bulan 2.5 mg, diberikan sampai 4 x sehari, atau 5 x bila perlu, tetapi perlu segera dipantau hasilnya, karena mungkin diperlukan alternatif terapi lain.

Efektivitas untuk anak < 18 bulan masih diragukan.

Cara Menggunakan Salbutamol Dengan Baik & Benar

Bacalah petunjuk atauran pakai atau keterangan pada kemasan dan Gunaka salbutamol sesuai anjuran dokter.

Pada tahap awal penggunaan, dokter akan menganjurkan dosis efektif yang terendah. Lalu dosis akan direvisi dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi Anda. Karena itu, Anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memantau keefektifan dosis salbutamol yang dibutuhkan.

Sebelum memakai salbutamol,pastikan Anda mengetahui cara menggunakan inhaler yang benar. Jangan lupa untuk senantiasa membawa inhaler Anda saat bepergian.

Jika Anda menggunakan lebih dari satu jenis inhaler, gunakanlah inhaler salbutamol terlebih dulu. Tunggu beberapa menit sebelum menggunakan inhaler lain. Salbutamol akan membuka saluran pernapasan sehingga meningkatkan keefektifan obat dari inhaler lain.

Bagi Anda yang kesulitan menyesuaikan napas saat menggunakan inhaler, dokter umumnya akan menganjurkan alat yang disebut spacer. Spacer dapat meningkatkan jumlah obat-obatan yang mencapai paru-paru, sekaligus mengurangi efek sampingnya.

Untuk memaksimalisasi manfaat salbutamol, Anda juga dianjurkan untuk berhenti merokok. Rokok dapat memicu iritasi pada paru-paru dan memperburuk kondisi asma serta gangguan pernapasan Anda.

Efek Samping Obat

Secara umum obat ini bisa ditoleransi dengan baik. Berikut adalah beberapa efek samping salbutamol yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang umum adalah palpitasi, nyeri dada, denyut jantung cepat, tremor terutama pada tangan, kram otot, sakit kepala, gugup, Iritasi atau rasa kering pada mulut dan tenggorokan.
  • Efek samping lain yang sering terjadi diantaranya : vasodilatasi perifer, takikardi, aritmia, ganguan tidur dan gangguan tingkah laku.
  • Efek samping yang lebih berat tetapi kejadiannya jarang misalnya bronkospasme paradoksikal, urtikaria, angiodema, dan hipotensi.
  • Seperti agonis adrenoseptor beta-2 lainnya, salbutamol juga bisa menyebabkan hipokalemia terutama jika diberikan pada dosis tinggi.
  • Penggunaan dosis tinggi telah dilaporkan memperburuk diabetes mellitus dan ketoasidosis.
  • Pada pemberian secara intramuskular, sering menyebabkan nyeri di lokasi suntikan.

Segera hentikan penggunaan obat dan temui dokter jika Anda mengalami efek samping yang meliputi penurunan tekanan darah, pingsan, serta gejala sesak napas yang bertambah parah.

Interaksi Obat

  • Obat-obat beta-2 antagonis menghambat kerja salbutamol.
  • Obat-obat golongan beta-blocker non-selektif seperti propranolol, tidak bisa diberikan bersamaan dengan salbutamol, karena obat beta bloker sering menyebabkan bronkospasme parah pada pasien asma.
  • Monoamine oksidase inhibitor atau antidepresan trisiklik dapat memperkuat efek salbutamol pada sistem kardiovaskular. Diantaranya bisa memicu hipertensi berat.
  • Bila diberikan bersama atomoksetin, resiko efek samping pada sistem kardiovaskular meningkat.
  • salbutamol dapat menurunkan konsentrasi digoksin dalam plasma.
  • Pemberian bersamaan dengan metildiopa dapat menyebabkan hipotensi akut.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan salbutamol kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa digunakan sebagai acuan keamanan obat oleh manusia. Namun efek buruk obat ini pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan obat ini pada wanita hamil.

Penggunaan salbutamol oleh ibu hamil hanya untuk tujuan tertentu misalnya mencegah kelahiran prematur bilamana manfaat yang diperoleh lebih besar daripada resiko yang mungkin terjadi.

Peringatan dan Perhatian

  • Wanita yang sedang hamil dan menyusui hanya boleh menggunakan salbutamol jika benar-benar dibutuhkan dan dianjurkan oleh dokter.
  • Keamanan dan efektivitas pada pasien usia 4 tahun atau kurang belum diketahui.
  • Segera temui dokter jika gejala-gejala tidak berkurang setelah menghirup salbutamol sesuai dengan petunjuk dokter.
  • Harap berhati-hati jika menderita hipertiroidisme, gangguan kardiovaskular, hipertensi, diabetes, hipokalemia (kadar potasium yang rendah dalam darah), gangguan pencernaan, aritmia (detak jantung tidak beraturan), atau memiliki kadar oksigen rendah dalam darah.
  • Hentikan pemakaian dengan segera jika anda mengalami reaksi alergi, seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya, karena bisa berakibat yang lebih fatal.
  • Obat ini bisa menyebabkan bronkospasme paradoks yang bisa mengancam nyawa. Jika bronkospasme terjadi segera hentikan pemakaian obat dan hubungi dokter.
  • Pada dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan hipokalemia, terutama pada pasien dengan gagal ginjal dan orang-orang yang sedang menggunakan obat diuretik tertentu atau obat turunan xanthine.
  • Seperti semua amina simpatomimetik, obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien dengan gangguan kardiovaskular terutama insufisiensi koroner, aritmia jantung, dan hipertensi.
  • Pasien dengan hipertiroidisme juga harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Jika digunakan dalam dosis tinggi selama kehamilan, obat ini harus diberikan secara inhalasi, karena penggunaan secara parenteral dapat mempengaruhi miometrium dan mungkin menyebabkan masalah jantung.
  • Seperti obat-obat agonis adrenoseptor beta-2 obat ini harus digunakan dengan hati-hati pada penderita diabetes melitus karena beresiko terjadinya ketoasidosis terutama pada pemakaian secara intravena. Pemantauan kadar glukosa darah perlu dilakukan.
  • Belum diketahui apakah salbutamol diekskresikan dalam air susu ibu. Pada studi hewan obat ini telah diketahui memiliki potensi tumorigenicity sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat pilihan yang lebih aman atau diberikan dengan jarak yang cukup antara menyusui dan penggunaan obat.
harga salbutamol | harga obat salbutamol | salbutamol | nama paten salbutamol | obat salbutamol | harga inhaler untuk anak | harga obat asma tablet | harga salbutamol sirup | perbedaan salbutamol 2 mg dan 4mg | salbutamol di apotik |
Salbutamol medlineplus.gov 25 Jun 2016. Salbutamol

Definisi Obat Salbutamol adalah obat yang digunakan untuk mengobati asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Salbutamol adalah obat sistem saluran nafas yang termasuk golongan agonis adrenoreseptor beta-2 selektif kerja pendek (short acting beta-adrenergic receptor agonist). Salbutamol termasuk jenis obat bronkodilator yang bekerja dengan melemaskan otot-otot di sekitar saluran pernapasan yang menyempit sehingga melebarkan saluran […]

4.9
One Comment

Kolom Tanya Jawab

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



© 1001obat.com tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan, Seluruh tulisan di website ini ditujukan untuk kepentingan informasi semata dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran medis, diagnosis, dan terapi medis. 1001obat.com Tidak melayani jual beli obat ataupun peralatan medis lainnya