Prednisone

Definisi Obat

Prednison adalah obat yang digunakan untuk mengurangi inflamasi dalam beberapa kondisi medis. Contohnya artritis, kanker, asma, kelainan sistem kekebalan tubuh, kelainan darah, gangguan pernapasan, alergi parah, penyakit persendian dan otot, serta penyakit kulit.
Pada pengobatan penyakit kanker, prednison berfungsi dengan menekan sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan.

Prednisone (prednison) termasuk di dalam kelompok obat kortikosteroid sintetis atau lebih dikenal dengan steroid. Prednisone digunakan sebagai agen anti alergi, imunosupresan (immunosuppressant), anti inflamasi dan anti shock. Obat ini memiliki aktivitas yang lebih lemah daripada dexamethasone.

gambar obat prednisone 5 mg produksi phapros

Photo : Contoh Obat Generik Prednison Tablet 5mg Produksi Phapros

Nama Generik Prednisone
Brand Name (Nama Merek) Rayos, Sterapred, Prednison
Jenis Obat Steroid (Kortikosteroid)
Golongan Obat Obat keras, obat resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa dan anak-anak
Bentuk Sediaan Obat suntik, obat cair untuk diminum, Obat Tablet (Biasanya tersedia tablet 5 mg.)
Indikasi
  • Prednison paling umum digunakan untuk mengatasi reaksi radang dan alergi.
  • Obat golongan kortikosteroid seperti prednisone digunakan untuk berbagai indikasi seperti radang reumatik, radang tenggorokan, tiroiditis, radang usus (ulcerative colitis), penyakit crohn, radang karena asma, insufiensi adrenocortical, hiperkalsemia pada penderita kanker, Penyakit Paru Obstruktive Kronis (PPOK), CIDP, TBC parah, urtikaria (gatal-gatal), pneumonitis lipid, perikarditis, multiple sclerosis, sindrom nefrotik, lupus, myasthenia gravis, penyakit meniere, dan sebagai salah satu obat yang digunakan mencegah reaksi penolakan pada prosedur transplantasi organ.
  • Karena kemampuannya menekan kelenjar adrenal, prednisone bisa digunakan dalam terapi pengobatan hiperplasia adrenal kongenital.
  • Prednisone dapat digunakan dalam pengobatan gagal jantung dekomposisi untuk mempotensiasi respon ginjal terhadap diuretik.
Kontra Indikasi
  • Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (Alergi) terhadap prednesion atau obat golongan kortikosteroid
  • Prednisone, sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita tukak lambung, osteoporosis, diabetes mellitus, infeksi jamur sistemik, glaukoma, psikosis, psikoneurosis berat, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex, infeksi virus lain, sindroma Cushing dan penderita dengan gangguan fungsi ginjal.

Cara Kerja Obat

Prednisone bekerja dengan cara menembus membran sel sehingga akan terbentuk suatu kompleks steroid-protein reseptor. Di dalam inti sel, kompleks steroid-protein reseptor ini akan berikatan dengan kromatin DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA yang merupakan bagian dari proses sintesa protein. Sebagai anti inflamasi, obat ini menekan migrasi neutrofil, mengurangi produksi prostaglandin (senyawa yang berfungsi sebagai mediator inflamasi), dan menyebabkan dilatasi kapiler. Hal ini akan mengurangi repon tubuh terhadap kondisi peradangan (inflamasi).

Dosis Prednisone

Penggunaan prednisone akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi yang ingin ditangani, tingkat keparahannya dan kondisi kesehatan pasien. Dosis juga mungkin akan direvisi oleh dokter dan disesuaikan menurut respons tubuh terhadap obat ini.
Dosis umum pemakaian prednison tablet adalah 5mg-60mg per hari. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan oleh dokter Anda.
Dosis untuk anak-anak akan ditentukan oleh dokter.
Berikut ini adalah dosis prednison selengkapnya

  • Sediaan oral : Dosis awal 10-20 mg / hari (pada kasus berat bisa sampai 60 mg / hari). Obat sebaiknya digunakan setelah sarapan. Dosis bisa diturunkan selang beberapa hari namun pengobatan tetap dilanjutkan sampai beberapa minggu atau bulan.
  • Dosis pemeliharaan : 2.5-15 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan sampai di atas 7.5 mg /hari.
  • Sediaan injeksi :25-100 mg. Obat diberikan 1-2 x seminggu.

Cara Minum Obat Yang Baik dan Benar

Jika Anda menerima pengobatan atau penanganan medis apa pun, pastikan dokter mengetahui Anda sedang mengonsumsi prednison. Hal ini disebabkan karena Anda mungkin perlu meningkatkan atau menurunkan dosis obat untuk sementara.

Jangan mengonsumsi obat lain, kecuali Anda sudah membicarakan dengan dokter. Bacalah petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi prednison.

Prednison bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, Anda akan lebih rentan terkena infeksi. Pastikan untuk selalu mencuci tangan untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi. Jangan berhenti mengonsumsi obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Beberapa kondisi akan bertambah parah jika pengobatan dihentikan. Penghentian obat ini perlu dilakukan secara bertahap untuk mencegah terjadinya gejala putus obat dan efek samping.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi prednison, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis prednison pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Untuk mencegah efek samping pada lambung, konsumsi prednison oral bersamaan dengan makanan atau susu. Makanan atau susu akan melindungi dinding lambung agar tidak teriritasi.

Efek Samping Prednisone

Sama seperti obat-obat lain, semua obat pasti berpotensi efek samping, namun reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Dokter meresepkan prednison ketika menganggap manfaat obat ini lebih tinggi daripada risiko efek sampingnya.

Efek samping prednisone dapat digolongkan menjadi : efek samping terkait penggunaan jangka pendek ( 3 minggu), dan yang terkait dengan penggunaan jangka panjang (lebih dari 3 minggu). Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan prednisone :

  • Efek samping pada penggunaan jangka pendek : retensi natrium, hiperglikemia dan intoleransi glukosa, hipokalemia, gangguan pada saluran pencernaan (dyspepsia, tukak lambung (dengan perforasi), abdominal distention, pankreatitis akut, ulserasi esophageal dan kandidiasis), depresi reversible pada Hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) axis, dan perubahan suasana hati (euforia ringan, insomnia, gugup, gelisah, mania, catatonia, depresi, delusi, halusinasi, dan perilaku kekerasan).
  • Efek samping pada penggunaan jangka panjang : Cushing sindrom (yaitu gejala-gejala seperti muka tembem, penebalan seperti selulit pada punggung dan perut), depresi HPA, hirsutisme atau virilisme, impotensi, menstruasi/haid tidak teratur, penyakit ulkus peptikum, katarak dan peningkatan tekanan intraokular / glaukoma, miopati, osteoporosis, dan fraktur kompresi vertebral.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa interaksi perdnisone dengan obat-obatan lain, jika dikonsumsi secara bersamaan:

  • Obat-obat antibiotik golongan macrolide menurunkan klirens obat-obat kortikosteroid. Hal ini akan meningkatkan konsentrasi kortikosteroid dalam plasma sehingga meningkatkan efeknya.
  • Pemberian bersamaan dengan calium depleting agent seperti ampoterisin B atau diuretik, bisa meningkatkan potensi terjadinya hipokalemia. hal sama juga terjadi jika diberikan bersamaan dengan cholestyramine.
  • Penggunaan bersama agen antikolinesterase (seperti, neostigmin, piridostigmin) dapat memperparah kondisi pasien myasthenia gravis.
  • Waspadai kemungkinan perdarahan jika digunakan bersamaan dengan antikoagulan warfarin.
  • Obat-obat kortikosteroid dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Dosis obat-obat anti diabetes mellitus mungkin perlu ditingkatkan.
  • Kortikosteroid menurunkan konsentrasi plasma isoniazid.
  • Baik kortikosteroid maupun bupropion dapat menurunkan ambang kejang.
  • Obat yang menginduksi sitokrom P450 3A4 (CYP 3A4) (misalnya, barbiturat, fenitoin, karbamazepin, rifampisin) meningkatkan metabolisme kortikosteroid, sehingga menurunkan efeknya.
  • Obat yang menghambat CYP 3A4 (misalnya, ketoconazole, itraconazole, ritonavir, indinavir, antibiotik macrolide seperti erythromycin) memiliki potensi untuk menghasilkan peningkatan konsentrasi plasma kortikosteroid, sehingga meningkatkan efeknya.
  • Penggunaan dengan NSAID (seperti asam mefenamat, ibuprofen dll) meningkatkan resiko efek samping pada saluran pencernaan.
  • Penggunaan bersamaan dengan antibiotik fluoroquinolone (ciprofloxacin, levofloxacin) meningkatkan resiko terjadinya tendon pecah, terutama pada pasien lanjut usia.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan prednisone kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Namun fakta bahwa obat ini telah menunjukkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan prednisone untuk wanita hamil. Disarankan hanya digunakan jika tidak ada pilihan lain yang lebih aman.

Peringatan dan Perhatian

  • Hindari berada di sekitar orang yang sakit atau terinfeksi oleh bakteri atau virus (misalnya cacar, campak, flu, herpes, TB) selama Anda mengonsumsi obat ini. Prednison bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko Anda terinfeksi penyakit. Segera temui dokter jika Anda berinteraksi dengan seseorang yang sedang mengalami infeksi campak atau cacar air.
  • Obat-obat sistemik kortikosteroid diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI). Karena efek obat ini bisa menggangu pertumbuhan, mengganggu produksi kortikosteroid endogen, atau efek yang tak diinginkan lainnya, ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan prednisone.
  • Harap berhati-hati bagi penderita osteoporosis, tukak lambung, epilepsi, penggumpalan darah, myasthenia gravis (kelainan otot), gangguan ginjal, tekanan darah tinggi, penyakit mata (katarak dan glaukoma) dan penyakit jantung.
  • Prednison cair mungkin mengandung gula dan/atau alkohol. Harap berhati-hati bagi penderita diabetes, penyakit hati, atau kondisi lain yang mengharuskan Anda membatasi atau menghindari unsur di atas.
  • Obat ini bisa menyebabkan pendarahan perut. Minum minuman keras selagi mengonsumsi obat ini bisa meningkatkan risiko terjadinya pendarahan pada dinding saluran pencernaan.
  • Pada anak-anak, obat ini bisa menyebabkan penipisan tulang. Segera temui dokter jika Anda merasa pertumbuhan anak terganggu karena mengonsumsi obat ini.
  • Jangan melakukan vaksinasi apa pun tanpa persetujuan dokter ketika Anda mengonsumsi obat ini.
  • Obat-obat glukokortikoid termasuk prednisone, meningkatkan pembentukan glukosa dari protein. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah sehingga pemberian obat ini pada penderita diabetes mellitus sebaiknya dihindari.
  • Prednisone seperti glukokortikoid lainnya, juga mempengaruhi proses metabolisme lemak termasuk distribusinya di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan efek di beberapa bagian tubuh seperti wajah yang kelihatan lebih tembem (Cushing sindrom). Efek samping ini, sering disalahgunakan dengan cara menambahkan obat ini ke dalam produk-produk penambah berat badan ilegal. Pemakai produk ilegal ini mengira dirinya mengalami kenaikkan berat badan, padahal hal itu adalah efek samping dari prednisone, yang sangat berbahaya jika obat ilegal itu dikonsumsi dalam jangka waktu lama.
  • Jangan menghentikan pemakaian obat ini secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter terutama pada penggunaan jangka panjang karena dapat mengakibatkan gejala-gejala seperti mialgia, artralgia dan malaise.
  • Jika efek samping yang terjadi terus berkepanjangan, mengganggu atau Anda mengalami reaksi alergi, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.
harga obat prednison | prednison | sediaan prednison | harga prednison | harga obat kortikosteroid oral | daftar obat steroid | harga Kortikosteroid Oral | harga kortikosteroid | daftar obat yang mengandung steroid | beberapa merek obat golongan kortikosteroid |
Prednisone medlineplus.gov 14 Sep 2016. Prednisone

Definisi Obat Prednison adalah obat yang digunakan untuk mengurangi inflamasi dalam beberapa kondisi medis. Contohnya artritis, kanker, asma, kelainan sistem kekebalan tubuh, kelainan darah, gangguan pernapasan, alergi parah, penyakit persendian dan otot, serta penyakit kulit. Pada pengobatan penyakit kanker, prednison berfungsi dengan menekan sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan. Prednisone (prednison) termasuk di […]

4.9

Kolom Tanya Jawab

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *