Piroxicam

Definisi Obat

Piroxicam adalah obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) / nonsteroidal anti-inflammatory drug ( NSAID ) dari kelas oxicam yang berfungsi meredakan rasa sakit tingkat ringan hingga menengah.
Piroksikam digunakan untuk mengobati rasa sakit atau peradangan yang disebabkan oleh osteoarthritis atau rheumatoid arthritis seperti inflamasi, pembengkakan, kaku, nyeri otot dan nyeri pasca operasi.
Piroxicam hanya dapat mengurangi gejala dan tidak menyembuhkan artritis.

piroxicam images

Contoh obat generik piroxicam

Nama Generik Piroxicam (peer OX i kam)
Nama Merek Dagang Feldene, bitrafarm, dains, denicam, emelden, faxiden, felcam, feldco, grazeo, infeld, lanareuma, licofel, maxicam, novaxicam, omeretik, pirocam, pirodene, pirofel gel, pirofel, piroxen, Piroxicam, rexicam,
rexil, rodene, rosic, roxidene, samrox, scandene, tripidene, wiros, xicalom, yasiden.
Jenis Obat Anti inflamasi non-steroid
Golongan Obat Obat Keras, Obat Resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan Tablet dan Kapsul (Piroxicam biasanya tersedia di pasaran 10 mg / tablet, 20 mg / tablet)
Indikasi Sebagai analgetic (penghilang rasa sakit), antipyretic (penurun panas), inflamasi (peradangan), Rematik, dan Asam Urat
Kontra Indikasi
  • Tidak boleh digunakan untuk pengobatan nyeri perioperatif pada pasien yang menjalani operasi koroner artery bypass graft (CABG).
  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang pernah mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap piroxicam, aspirin atau NSAID lainnya.
  • Obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, pasien yang menderita asma, polip hidung, urtikaria, atau radang / tukak pada lambung atau usus.

Cara Kerja Obat

Piroxicam bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX) yang memproduksi prostaglandin. Prostaglandin adalah senyawa yang dilepas tubuh dan menyebabkan rasa sakit serta inflamasi. Dengan menghalangi produksi prostaglandin, obat ini akan mengurangi rasa sakit dan inflamasi.

Dosis Obat

Dosis piroxicam tergantung kepada tingkat keparahan gejala, kondisi kesehatan dan respons tubuh pasien. Dosis yang umum diberikan adalah 10-20 mg per hari. Dosis maksimum obat ini adalah 20 mg per hari.

Penggunaan piroxicam, khususnya untuk manula berusia di atas 70 tahun, sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter. Sedangkan anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini.

Dosis piroxicam selengkapnya adalah sebagai berikut

  • Dosis lazim dewasa untuk Osteoarthritis :
    20 mg 1 x sehari atau 10 mg 2 x sehari secara oral. Direkomendasikan dosis harian maksimum adalah 20 mg .
  • Dosis lazim dewasa untuk Nyeri :
    20 mg 1 x sehari atau 10 mg 2 x sehari secara oral. Direkomendasikan dosis harian maksimum adalah 20 mg .
  • Dosis lazim dewasa untuk Rheumatoid Arthritis :
    20 mg 1 x sehari atau 10 mg 2 x sehari secara oral . Direkomendasikan dosis harian maksimum adalah 20 mg .
  • Dosis lazim pediatric untuk Nyeri :
    0,2-0,3 mg / kg per oral 1 x sehari . Dosis harian maksimum adalah 15 mg .

Piroxicam Dikonsumsi dengan makanan atau setelah makan.

Cara Minum Obat Yang Baik dan Benar

Piroxicam sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan untuk mencegah efek samping. Selama mengonsumsi obat ini, pasien juga dianjurkan banyak minum untuk menghindari dehidrasi, serta berhenti atau mengurangi rokok dan minuman keras agar dapat menurunkan tingkat risiko pendarahan pada lambung.

Gunakanlah piroxicam sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.
Pasien disarankan untuk memeriksakan diri secara rutin ke dokter untuk memastikan keefektifan dosis piroxicam yang digunakan. Dokter akan merevisi dan menurunkan dosis obat ini seminimal mungkin untuk meredakan gejala-gejala yang dialami pasien.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi piroxicam pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi piroxicam, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis piroxicam pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Efek Samping Obat

Beberapa Efek samping piroxicam yang pernah dilaporkan adalah sebagai berikut :

  • Efek samping yang relatif ringan diantaranya adalah : anoreksia, nyeri perut, sembelit, diare, dispepsia, perut kembung, perdarahan kotor / perforasi, mulas, mual, ulkus (lambung / duodenum), dan muntah
  • Efek samping lain dari obat ini misalnya sakit kepala, pusing, gugup, depresi, mengantuk, insomnia, vertigo, gangguan pendengaran (seperti, tinnitus), dan sensitivitas terhadap cahaya.
  • Efek samping piroxicam yang lebih berat adalah peningkatan tekanan darah, edema, efek samping pada kulit (termasuk sindrom stevens – johnson dan nekrolisis epidermal toksik, meskipun kejadiannya jarang) serta bisa juga menyebabkan peningkatan enzim hati.
  • Obat ini juga bisa menyebabkan gagal ginjal, pankreatitis, kerusakan hati, eosinofilia paru dan alveolitis terutama jika digunakan untuk jangka waktu lama dan dosis yang lebih tinggi.
  • Anemia kadang-kadang terjadi pada pasien yang menggunakan NSAID.
  • Piroxicam mempunyai efek samping yang lebih tinggi terhadap saluran pencernaan dan kulit jika dibandingkan dengan obat – obat NSAID lainnya.

Interaksi Obat

Di bawah ini adalah interaksi piroxicam dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Jika diberikan bersamaan dengan ASPIRIN, kadar piroxicam dalam plasma mengalami penurunan sekitar 80% dari nilai normal. Seperti NSAID lainnya, penggunaan secara bersamaan aspirin umumnya tidak dianjurkan karena potensi efek sampingnya meningkat.
  • Pada pasien yang sudah lanjut usia, pemakaian bersamaan dengan ACE-inhibitor, dapat mengakibatkan kerusakan fungsi ginjal, termasuk kemungkinan gagal ginjal akut. Efek ini biasanya reversibel.
  • NSAID meningkatkan kadar lithium dalam plasma dan mengurangi klirens lithium dari ginjal. Konsentrasi minimum lithium rata-rata meningkat 15% dan clearance ginjal mengalami penurunan sekitar 20%. Jadi, jika obat-obat golongan NSAID dan LITHIUM diberikan bersamaan, tanda-tanda toksisitas lithium harus diamati secara seksama.
  • WARFARIN dan obat-obat NSAID memiliki efek sinergis pada perdarahan gastrointestinal, sehingga penggunaan warfarin dan obat-obat NSAID secara bersama-sama menyebabkan resiko perdarahan lebih tinggi.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan piroxicam kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Meskipun hasil penelitian pada hewan tidak bisa dijadikan ukuran pasti, fakta bahwa obat ini menyebabkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika wanita hamil ingin menggunakan obat ini. Gunakan obat ini jika diketahui manfaat yang diperoleh lebih besar daripada resiko yang mungkin terjadi pada wanita hamil.

Peringatan dan Perhatian

  • Jika mengonsumsi obat ini, sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menyebabkan rasa kantuk.
  • Wanita yang sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil, dan menyusui, sebaiknya tidak mengonsumsi piroxicam. Obat ini dapat mengurangi kesuburan seseorang dan berdampak buruk pada janin serta menghambat proses persalinan.
  • Tanyakan mengenai dosis anak-anak kepada dokter.
  • Jika terdapat tanda-tanda dan gejala yang konsisten dengan penyakit hati klinis, atau jika manifestasi sistemik terjadi (misalnya, eosinofilia, ruam, dll), pemaakaian obat harus dihentikan
  • Pasien pada pengobatan jangka panjang dengan NSAID termasuk piroxicam, hemoglobin atau hematokrit mereka harus diperiksa, untuk mengetahui apakah mereka menunjukkan gejala anemia.
  • NSAID diketahui memiliki efek terhadap penglihatan, dianjurkan pasien yang mengalami keluhan penglihatan selama pengobatan dengan piroxicam untuk melakukan pemeriksaan mata.
  • Obat ini tidak boleh diberikan untuk pasien yang sensitif terhadap aspirin dan harus digunakan secara hati-hati pada pasien dengan asma yang sudah ada sebelumnya.
  • Piroxicam, dapat menyebabkan timbulnya hipertensi atau memperburuk hipertensi yang sudah ada sebelumnya. Tekanan darah harus dimonitor selama memulai pengobatan NSAID dan sepanjang perjalanan terapi.
  • Tidak dianjurkan menggunakan obat ini pada pasien penderita penyakit ginjal. Jika terapi dengan piroxicam harus digunakan, pemantauan ketat fungsi ginjal pasien sangat disarankan.
  • Piroxicam meningkatkan resiko kardiovaskular ( CV ) seperti infark miokard, dan stroke, yang bisa berakibat fatal. Resiko ini semakin meningkat jika digunakan dalam jangka panjang.
harga piroxicam | harga obat piroxicam | daftar obat paten | obat piroxicam | obat paten piroxicam | nama paten piroxicam | piroxicam berapa mg yang bagus | harga obat piroxicam 20 mg | funsi obat novaxi | wiros piroxicam |
Piroxicam medlineplus.gov 26 Mei 2016. Piroxicam

Definisi Obat Piroxicam adalah obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) / nonsteroidal anti-inflammatory drug ( NSAID ) dari kelas oxicam yang berfungsi meredakan rasa sakit tingkat ringan hingga menengah. Piroksikam digunakan untuk mengobati rasa sakit atau peradangan yang disebabkan oleh osteoarthritis atau rheumatoid arthritis seperti inflamasi, pembengkakan, kaku, nyeri otot dan nyeri pasca operasi. Piroxicam hanya […]

4.9

Kolom Tanya Jawab

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *