Ofloxacin

Definisi Obat

Ofloxacin adalah obat antibiotik golongan fluorokuinolon generasi ke 2 yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi saluran kemih (kandung kemih dan ginjal), infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan infeksi menular seksual, misalnya gonore.

Ofloxacin adalah antibiotik sintetis dari kelas obat fluorokuinolon dianggap sebagai fluorokuinolon generasi kedua yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif.
Ofloxacin bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan memberantas bakteri penyebab infeksi-infeksi tersebut.

Antibiotik fluorokuinolon dapat menyebabkan efek samping yang serius, oleh karena itu Ofloxacin harus digunakan hanya untuk infeksi yang tidak dapat diobati dengan antibiotik yang lebih aman.

Ofloxacin pertama kali dipatenkan pada tahun 1982 (European Patent Daiichi) dan mendapat persetujuan dari US Food and Drug Administration (FDA) pada 28 Desember 1990. ofloksasin dijual dengan berbagai nama merek serta setara obat generik, untuk oral dan pemberian intravena.
Ofloxacin juga tersedia untuk penggunaan topikal, obat tetes mata dan obat tetes telinga

gambar obat ofloxacin

Contoh Obat Ofloxacin Tablet Produksi Sanof

Nama Generik Ofloxacin
Nama Merek Dagang Ocuflox, Floxin, akilen, betaflox, danoflox, efexin, ethiflox, eylox, floxan, Floxin Otic, floxcom, floxika, grafloxin, liflox, grafloxin, liflox, loxinter, mafoxa, nilavid, nufafloqo, Ofloxacin, Ocuflox, Optiflox, ostrid, pharflox, poncoquin, qipro, quinovid, rilox, samflox, sarapid, tariflox, tarivid, zyflox.
Jenis Obat Antibiotik (golongan fluorokuinolon generasi ke 2)
Golongan Obat Obat resep, obat keras, obat generik
Dikonsumsi Untuk Dewasa
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan Tablet, Injeksi, Topikal, (obat tetes mata dan obat tetes telinga)
Indikasi Mengobati berbagai infeksi bakteri seperti :

  • Ofloxacin digunakan untuk eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronis dan pneumonia
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak tidak terkomplikasi
  • Penyakit radang panggul akut
  • Mengobati infeksi saluran pernafasan bagian bawah dan infeksi saluran cerna.
Kontra Indikasi
  • Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (Alergi) terhadap Ofloxacin atau antibiotik golongan kuinolon lainnya
  • wanita hamil, dan ibu menyusui
  • Ofloxacin juga kontra indikasi pada pasien dengan epilepsi atau gangguan kejang lainnya
  • Ofloxacin juga dianggap kontraindikasi untuk pasien dengan penyakit kejiwaan.

Cara Kerja Obat

Ofloksasina (Ofloxacin) bekerja dengan cara menghambat dua tipe enzim II topoisomerase yaitu DNA Gyrase dan topoisomerase IV. topoisomerase IV memerlukan DNA terpisah yang telah direplikasi sebelum pembelahan sel bakteri. Dengan DNA yang tidak dipisahkan, proses terhenti dan bakteri tidak bisa membagi. Sedangkan DNA gyrase bertanggungjawab untuk supercoil DNA sehingga akan cocok di dalam sel yang baru terbentuk. kombinasi dari dua mekanisme di atas akan membunuh bakteri sehingga ofloksasina (Ofloxacin) digolongkan sebagai bakterisida.

Dosis Obat

Kondisi Dosis
Infeksi saluran pernapasan bawah 400 mg per hari sekali minum. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan menjadi 400 mg dua kali sehari.
Uretritis atau infeksi saluran uretra 400 mg per hari.
Gonore (kencing nanah) 400 mg; hanya perlu diminum sekali.
Infeksi saluran kemih atas 200 hingga 400 mg per hari sekali minum. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan menjadi 400 mg dua kali sehari.
Infeksi saluran kemih bawah 200 hingga 400 mg per hari.
Infeksi kulit dan jaringan lunak lain 400 mg dua kali per hari

Cara Konsumsi Obat Yang Baik

Sebaiknya konsumsi ofloxacin pada pagi hari jika dokter meresepkannya sebagai obat sekali minum. Jika diresepkan menjadi dua dosis per hari, maka masing-masing dosis harus berjarak 12 jam.

loading...

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan ofloxacin sebelum mulai mengonsumsinya. Telanlah tablet atau kapsul ofloxacin dengan air putih dan jangan mengunyahnya. Antibiotik ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi ofloxacin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi ofloxacin, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Selain itu jangan menggandakan dosis ofloxacin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Pastikan Anda menghabiskan seluruh dosis yang diresepkan oleh dokter walau kondisi Anda tampaknya sudah membaik. Hal ini dilakukan untuk mencegah kembalinya infeksi. Jika kondisi tidak membaik setelah menghabiskan obat, periksakan diri ke dokter.

Jangan mengonsumsi multivitamin yang mengandung seng atau besi, serta obat-obatan antasida pada dua jam sebelum atau sesudah meminum ofloxacin karena dapat mengganggu penyerapan ofloxacin oleh tubuh. Selain itu tidak diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) selama menjalani pengobatan dengan ofloxacin.

Efek Samping Obat

Sama seperti obat-obat lain, semua obat pasti berpotensi efek samping, namun reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping yang bisa terjadi antara lain :

  • Efek samping yang paling umum seperti mual, muntah, diare , sakit kepala, susah tidur dan ruam pada kulit.
  • Ofloxacin juga meningkatkan risiko tendonitis dan tendon pecah , terutama pada pasien > 60 tahun , pasien yang juga menggunakan kortikosteroid , dan pasien dengan transplantasi ginjal , paru-paru , atau jantung.
  • Ofloxacin seperti fluoroquinolones lain, diketahui juga memicu kejang atau menurunkan ambang kejang, dan dapat menyebabkan efek samping terhadap sistem saraf pusat lainnya.
  • Sakit kepala, pusing, dan insomnia juga dilaporkan cukup sering terjadi.
    kejadian yang jauh lebih jarang seperti tremor, psikosis, kecemasan, halusinasi, paranoia, dan percobaan bunuh diri, terutama pada dosis yang lebih tinggi.
  • Berbagai efek samping yang sangat jarang namun berpotensi fatal seperti nekrolisis epidermal toksik, sindrom Stevens-Johnson, aritmia jantung (torsades des pointes atau perpanjangan QT), pneumonitis alergi, penekanan sumsum tulang, hepatitis atau gagal hati, dan phototoxicity / fotosensitifitas.

Interaksi Obat

  • Pemberian ofloksasina (Ofloxacin) bersamaan dengan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) dapat meningkatkan risiko stimulasi sistem saraf pusat dan kejang kejang.
  • Ofloxacin, seperti beberapa fluoroquinolones lainnya, dapat menghambat kerja enzim dalam metabolisme obat sehingga meningkatkan kadar obat-obat seperti siklosporin, theophyline, dan warfarin. jika level obat darah meningkat maka dapat menyebabkan efek samping lebih besar.
  • Pemantauan serum glukosa hati dianjurkan bila ofloksasina (Ofloxacin) digunakan oleh pasien yang menggunakan obat anti-diabetes golongan sulfonylurea.
  • Fluoroquinolones telah terbukti meningkatkan efek antikoagulan dari acenocoumarol, Anisindione, dan Dicumarol.
  • Terjadi peningkatan risiko cardiotoxicity dan aritmia ketika diberikan bersamaan dengan obat-obatan seperti Dihydroquinidine barbiturat, Quinidine, dan Quinidine barbiturat.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

Menurut FDA Amerika, obat ini termasuk dalam ketegori kehamilan C yang berbunyi “penelitian pada reproduksi hewan menunjukkan ofloksasina (Ofloxacin) memberikan efek buruk pada janin. Tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia , tetapi jika manfaat potensial terhadap ibu lebih besar daripada risiko pada janin maka obat ini bisa diberikan.”

Peringatan dan Perhatian

  • Bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui dan anak-anak tidak diperbolehkan mengonsumsi obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan jantung, hati, ginjal, radang tendon atau tendonitis, epilepsi, diabetes, defisiensi enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD), dan penyakit myasthenia gravis.
  • Saat menggunakan ofloksasina (Ofloxacin) usahakan pasien mendapatkan hidrasi yang baik dan hindari sinar matahari langsung.
  • Saat menggunakan ofloxacin, kadang-kadang kulit bisa menjadi sensitif terhadap sinar matahari. Jika Anda mengalami hal ini, lindungilah kulit Anda dengan tabir surya jika akan melakukan aktivitas di luar rumah.
  • Sebaiknya hindari berkendara selama menggunakan ofloxacin karena obat ini juga dapat mengganggu konsentrasi dan menyebabkan pusing.
  • Durasi pengobatan dengan ofloxacin bervariasi, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan infeksi. Pengobatan biasanya akan berlangsung hingga satu minggu atau lebih, namun tidak boleh lebih dari dua bulan.
  • Jangan lupa untuk tetap rutin menemui dokter selama menjalani pengobatan dengan ofloxacin agar mereka dapat mengetahui perkembangan kondisi Anda.
  • Obat harus dihentikan jika ruam, sakit kuning, atau tanda lain dari hypersentitivity terjadi.
loading...
ofloxacin tetes telinga generik | harga obat ofloxacin 400mg | bentuk sediaan ofloxacin anti infeksi untuk mata | harga obat ofloxacin | harga obat ofloksasin tetes telinga | harga akilen ofloxacin | fungsi obat tarivid ofloxacin 400 mg | cara kerja ofloxacin pada telinga | bisakah tarivid oflocaxin digunakan kembali karena terkena gonore lagi | phenol nama dagang |
Ofloxacin Khabib M 01 Sep 2016. Ofloxacin

Definisi Obat Ofloxacin adalah obat antibiotik golongan fluorokuinolon generasi ke 2 yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi saluran kemih (kandung kemih dan ginjal), infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan infeksi menular seksual, misalnya gonore. Ofloxacin adalah antibiotik sintetis dari kelas obat fluorokuinolon dianggap sebagai fluorokuinolon generasi kedua yang mempunyai spektrum […]

4.9 Khabib M
One Comment

Kolom Tanya Jawab

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *