Methylprednisolone

Loading...

Definisi Obat

Methylprednisolone adalah obat yang digunakan untuk menangani peradangan atau inflamasi dalam berbagai penyakit, misalnya penyakit Crohn, lupus, psoriasis, kolitis ulserativa, alergi, artritis reumatoid, asma, serangan multiple sclerosis, dan kondisi yang mempengaruhi kulit, mata, paru-paru, sel lambung, sistem saraf, atau darah.

Obat ini (Methylprednisolone) adalah derivat prednisolon yang termasuk obat steroid jenis glukokortikoid sintetis atau obat kortikosteroid. Hal ini dipasarkan di Amerika Serikat dan Kanada dengan merek Medrol dan Solu-Medrol. Hal ini juga tersedia sebagai obat generik.

Kinerja obat ini adalah menekan sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi gejala peradangan seperti pembengkakan, nyeri, dan ruam. Obat ini dapat digunakan
Di samping itu, methylprednisolone juga dapat diberikan kepada pengidap kelainan hormon. Contohnya untuk penggantian hormon bagi orang dengan tubuh yang tidak bisa memproduksi steroid secara memadai.

gambar obat methylprednisolone

Contoh obat generik berlogo methylprednisolone 4 mg PT.Dankos Farma

Nama Generik Methylprednisolone (METH il pred NIS oh lone)
Nama Merek Dagang Medrol, Medrol Dosepak, carmeson, cortesa, depo medrol, flameson, Lameson, Lexcomet, meproson, mesol, methylon, methylprednisolone, metidrol, prednicort, rhemafar, sanexon, solu medrol, somerol, stenirol, thimelon, tison, urbason.
Jenis Obat Kortikosteroid
Golongan Obat Obat Keras, Obat Resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa dan anak-anak
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan Tablet dan suntik (Methylprednisolone biasanya dipasarkan berupa methylprednisolone 4 mg / tablet, 8 mg / tablet, dan 16 mg / tablet. Untuk sediaan injeksi diberikan dengan kadar 62.5 mg/ ml, dan 40 mg / 1 ml, biasanya diberikan dalam bentuk garamnya, misalnya methylprednisolone asetat)
Indikasi
  • Meredakan inflamasi dan menangani gejala alergi
  • Manfaat methylprednisolone untuk sakit kulit diantaranya adalah untuk mengobati penyakit-penyakit seperti eksim endogen (dermatitis atopik dan neurodermatitis), eksim kontak, eksim degeneratif, eksim dishidrotik, eksim vulgar, dan eksim pada anak-anak.
Kontra Indikasi
  • Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (Alergi) terhadap obat ini
  • Methylprednisolone juga dikontraindikasikan untuk penderita tuberculosis (TB), diabetes mellitus, infeksi jamur sistemik, herpes simpleks, varisela, dan penderita osteoporosis berat.

Cara Kerja Obat

Methylprednisolone bekerja dengan cara menembus membran sel sehingga akan terbentuk suatu kompleks steroid-protein reseptor. Di dalam inti sel, kompleks steroid-protein reseptor ini akan berikatan dengan kromatin DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA yang merupakan bagian dari proses sintesa protein. Sebagai anti inflamasi, obat ini menekan migrasi neutrofil, mengurangi produksi prostaglandin (senyawa yang berfungsi sebagai mediator inflamasi), dan menyebabkan dilatasi kapiler. Hal ini akan mengurangi repon tubuh terhadap kondisi peradangan (inflamasi).

Dosis Obat

Dosis methylprednisolone pada tiap pasien akan berbeda, hal ini tergantung pada kondisi kesehatan yang diobati, tingkat keparahannya, dan respons tubuh pasien terhadap pengobatan ini. Berat badan terutama pada pasien anak-anak juga diperhitungkan dalam menentukan dosis. Takaran yang methylprednisolone umumnya berkisar antara 4-48 mg per hari. Dosis obat ini biasanya akan direvisi ulang oleh dokter setelah beberapa waktu sesuai dengan respons tubuh terhadap methylprednisolone.
Peningkatan dan pengurangan dosis obat ini perlu dilakukan secara bertahap untuk mengurangi efek samping dan mencegah gejala putus obat.

Berikut ini adalah Dosis methylprednisolone Selengkapnya

  • Dosis lazim dewasa untuk rhinitis alergi
    Asetat : 80 – 120 mg diberikan hanya injeksi intramuskular.
  • Dosis lazim dewasa untuk lesi dermatologic
    Asetat : 40-120 mg mingguan secara injeski intramuskular selama 1 – 4 minggu.
  • Dosis lazim dewasa untuk Rheumatoid Arthritis
    Asetat : 40-120 mg mingguan secara injeksi intramuskular.
  • Dosis lazim dewasa untuk adrenogenital Syndrome
    Asetat : 40 mg intramuskular setiap 2 minggu.
  • Dosis lazim dewasa untuk Anti-inflamasi
    4-48 mg / hari secara oral.
    Natrium suksinat : 10 – 40 mg injeksi intravena selama 1 hingga beberapa menit.
    Berikan dosis berikutnya secara intravena atau intramuskular.
  • Dosis lazim dewasa untuk Syok
    30 mg / kg intravena diulang setiap 4 – 6 jam atau 100 – 250 mg intravena diulang setiap 2-6 jam.
  • Dosis lazim dewasa untuk imunosupresan 4-48 mg/hari secara oral.
    2-2.5 mg / kg / hari intravena atau intramuskular, tapering perlahan selama 2 – 3 minggu atau 250 – 1.000 mg intravena 1 x sehari selama 3 – 5 dosis.
  • Dosis lazim dewasa untuk asma akut
    Oral atau intravena : 40 – 80 mg / hari dalam dosis terbagi 1-2 x sehari sampai aliran ekspirasi puncak adalah 70% dari prediksi.Oral : 40 – 60 mg / hari dalam dosis terbagi 1-2 kali / hari selama 3-10 hari;
    intramuskular (asetat) : 240 mg sebagai dosis tunggal.
  • Dosis lazim dewasa untuk Asma (pemeliharaan)
    Oral : 7.5-60 mg /hari sebagai dosis tunggal pada pagi hari.
  • Dosis lazim pediatric untuk anti inflamasi
    Natrium suksinat : tidak kurang dari 0,5 mg / kg / hari intravena atau intramuskular.
    Terapi dosis tinggi : 30 mg / kg intravena lebih dari 10 – 20 menit.
    Dapat diulang setiap 4 – 6 jam, tetapi tidak melebihi 2 – 3 hari.
  • Dosis lazim pediatric untuk asma akut
    • Usia hingga 11 tahun :
      Oral atau intravena : 1-2 mg / kg / hari dalam 2 dosis terbagi (maksimum : 60 mg / hari) sampai arus puncak ekspirasi adalah 70% dari prediksi.
      Oral : 1-2 mg / kg / hari dalam dosis terbagi 1-2 x / hari selama 3-10 hari. Dosis maksimum: 60 mg / hari.
    • Anak-anak usia sampai 4 tahun : 7.5 mg / kg sebagai dosis tunggal. Dosis maksimum : 240 mg.
    • Anak-anak usia 5-11 tahun : 240 mg sebagai dosis tunggal.
    • Usia 11 tahun atau lebih :
      Oral atau intravena : 40 – 80 mg / hari dalam dosis terbagi 1-2 x / hari sampai aliran ekspirasi puncak adalah 70% dari prediksi.
      Oral : 40 – 60 mg / hari dalam dosis terbagi 1-2 x / hari selama 3-10 hari.
      intramuskular (asetat) : 240 mg sebagai dosis tunggal.
  • Dosis lazim pediatric untuk asma (pemeliharaan)
    • Usia hingga 11 tahun :
      0.25-2 mg / kg / hari diberikan sebagai dosis tunggal pada pagi hari. Dosis maksimum : 60 mg / hari.
    • 11 tahun atau lebih :
      Oral : 7.5-60 mg secara oral diberikan sebagai dosis tunggal pada pagi hari.

Cara Minum Obat Yang Baik dan Benar

Methylprednisolone sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau setelah makan. Usahakan untuk mengonsumsi obat ini pada waktu yang sama tiap hari agar efeknya dalam tubuh maksimal.

Loading...

Penggunaan methylprednisolone jangka panjang atau melebihi dosis dapat meningkatkan risiko terkena gangguan kelenjar adrenal. Karena itu, dosisnya harus sesuai anjuran dokter.

Jika membutuhkan vaksinasi atau konsumsi obat lain selama menggunakan obat ini, lakukanlah setelah mendiskusikannya dengan dokter.

Obat ini akan menurunkan kekebalan tubuh Anda, jadi tingkatkanlah kewaspadaan serta kebersihan Anda. Segera hubungi dokter jika Anda sakit atau terjadi kontak dengan orang yang menderita infeksi.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi methylprednisolone, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis methylprednisolone pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Efek Samping Obat

Sama seperti obat lain, methylprednisolone juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa potensi efek samping yang umumnya terjadi adalah:

  • Efek samping Methylprednisolone pada penggunaan jangka pendek misalnya retensi cairan dan natrium, hiperglikemia dan intoleransi glukosa, hipokalemia, gangguan pada saluran pencernaan dan ulserasi, depresi reversibel dari hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis, dan perubahan suasana hati seperti euforia ringan, gugup, gelisah, depresi, delusi, halusinasi, dan perilaku kekerasan.
  • Efek penggunaan jangka panjang adalah semua efek samping pada penggunaan jangka pendek ditambah cushing syndrome (salah satu cirinya : pembengkakan wajah), hirsutisme atau virilisme, impotensi, menstruasi tidak teratur, penyakit ulkus peptikum, kenaikan berat badan, insufisiensi jantung kongestif, edema, hipertensi, katarak dan peningkatan tekanan intraokular mata / glaukoma, miopati, osteoporosis, gangguan penyembuhan luka, gangguan metabolisme karbohidrat, lemah otot, dan fraktur kompresi vertebral.
  • Penggunaan jangka panjang obat ini juga menyebabkan penurunan sistem imun sehingga lebih rentan terkena infeksi jamur atau virus.
  • Efek samping yang paling serius adalah kelenjar adrenal berhenti memproduksi kortisol alami.

Interaksi Obat

Di bawah ini adalah interaksi methylprednisolone dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Antibiotik golongan macrolide menyebabkan penurunan klirens methylprednisolone secara signifikan sehingga meningkatkan potensi terjadinya efek samping.
  • Methylprednisolone dapat meningkatkan konsentrasi glukosa darah, penyesuaian dosis obat anti diabetes mellitus mungkin diperlukan.
  • Pemberian bersamaan dengan siklosporin akan meningkatkan aktivitas kedua obat. Hal ini meningkatkan resiko terjadinya kejang.
  • Estrogen (termasuk kontrasepsi oral) dapat menurunkan metabolisme hepatik methylprednisolone, sehingga meningkatkan efeknya.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan methylprednisolone dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Meskipun hasil studi pada hewan tidak selalu equivalen dengan hasil pada manusia, pemakaian methylprednisolone pada wanita hamil sebaiknya dihindari. Jika tidak benar-benar dibutuhkan atau terapi dengan obat atau cara lain masih memungkinkan, sebaiknya penggunaan obat ini tidak dilakukan.

Peringatan dan Perhatian

  • Jangan Lupa methylprednisolone Dikonsumsi dengan makanan atau setelah makan.
  • Jika menggunakan methylprednisolone, Anda perlu memberi tahu dokter atau perawat sebelum menjalani penanganan medis apapun.
  • Peningkatan dan penurunan dosis perlu dilakukan secara berkala untuk menegah terjadinya efek samping dan gejala putus obat.
  • Jika digunakan dalam dosis besar secara intravena cepat, hati-hati terhadap kemungkinan terjadinya kolaps jantung.
  • Jangan menghentikan penggunaan obat ini secara mendadak karena bisa mengakibatkan krisis addisonian yang bisa berakibat fatal. Untuk mencegah hal ini, dokter biasanya meresepkan obat ini secara tapering dose (dinaikkan bertahap, dihentikan bertahap).
  • obat ini diketahui ikut diekskresikan dalam air susu ibu (ASI). Karena obat ini bisa menghambat pertumbuhan, atau menyebabkan efek yang tak diinginkan lainnya, sebaiknya penggunaan methylprednisolone selama menyusui dihindari.
  • Hindari kontak dengan penderita campak dan cacar air, karena pengguna methylprednisolone akan mengalami penurunan sistem imun sehingga lebih mudah tertular.
harga methylprednisolone | obat methylprednisolone | methylprednisolone obat apa | harga obat methylprednisolone | metilprednisolon nama merek | methylprednisolone adalah | obat steroid | salep methylprednisolone | LAMESON 16 kegunaan nya harga | methylprednisolone harga |
Methylprednisolone medlineplus.gov 04 Jun 2016. Methylprednisolone

Loading… Definisi Obat Methylprednisolone adalah obat yang digunakan untuk menangani peradangan atau inflamasi dalam berbagai penyakit, misalnya penyakit Crohn, lupus, psoriasis, kolitis ulserativa, alergi, artritis reumatoid, asma, serangan multiple sclerosis, dan kondisi yang mempengaruhi kulit, mata, paru-paru, sel lambung, sistem saraf, atau darah. Obat ini (Methylprednisolone) adalah derivat prednisolon yang termasuk obat steroid jenis glukokortikoid […]

4.9

Kolom Tanya Jawab

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *