Itraconazole

loading...

Definisi Obat

Itraconazole adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur, terutama infeksi jamur sistemik seperti aspergillosis, kandidiasis, dan kriptokokosis, di mana obat antijamur lain tidak lagi efektif.
Obat ini termasuk golongan triazole yang memiliki spektrum yang lebih luas dari fluconazole. Di beberapa negara, anti jamur golongan triazole seperti itraconazole lebih dipilih dibandingkan ketoconazole untuk penggunaan sebagai anti jamur sistemik, karena memiliki afinitas yang lebih besar terhadap membran sel jamur dan memiliki toksisitas yang lebih kecil.

Infeksi akibat jamur atau fungi bisa menjangkiti mulut, kulit, dan vagina.
Penderita HIV/AIDS, orang yang sedang dalam pengobatan penyakit rematik, dan pasien yang menjalani kemoterapi lebih rentan terkena infeksi jamur internal karena sistem kekebalan tubuh yang lemah atau tidak berfungsi dengan baik.

Itrakonazol (R51211), ditemukan pada tahun 1984, adalah agen antijamur triazole diresepkan untuk pasien dengan infeksi jamur. Obat dapat diberikan secara oral atau intravena.
Seperti semua agen antijamur kelas azole, itraconazole mengganggu sintesis membran sel jamur dengan cara menghambat enzim sitokrom P450 14α-demethylase (P45014DM). Penghambatan ini mencegah konversi lanosterol ke ergosterol, komponen penting dari membran sitoplasma jamur.
Itraconazole adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur dengan cara membunuh jamur dan ragi penyebab infeksi.

gambar obat Itraconazole

Contoh Obat Itraconazole

Nama Generik Itraconazole
Nama Merek Dagang Onmel, Sporanox, Sporanox PulsePak, forcanox, furolnok, igrazol, itraconazole, itzol,
mycotrazol, nufatrac, petrazole, soltrazol, sporacid, sporadal, sporanox, sporax, spyrocon, trachon, tracor, unitrac, zitrazol
Jenis Obat Obat antijamur
Golongan Obat Obat keras, obat resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan Bentuk Kapsul, obat cair yang diminum dan obat suntik (biasanya dipasarkan berupa itraconazole 100 mg kapsul dan 10 mg / ml larutan oral.)
Indikasi – Mengatasi infeksi jamur
– Itraconazole juga telah dieksplorasi sebagai agen antikanker untuk pasien dengan karsinoma sel basal, kanker paru-paru, dan kanker prostat.
Kontra Indikasi
  • Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (Alergi) terhadap itraconazole atau obat golongan triazole lainnya.
  • Jangan menggunakan obat ini untuk pengobatan onychomycosis pada pasien yang memiliki disfungsi ventrikel seperti gagal jantung kongestif (CHF) atau riwayat CHF, wanita hamil atau yang berencana hamil.

Dosis Obat

Dosis yang umum diresepkan dokter adalah antara 100-400 mg per hari. Dosis akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien dan jenis jamur penyebab infeksi.
Itraconazole diberikan dengan dosis sebagai berikut (Dosis dibawah ini adalah dosis dewasa. Pemberian pada anak-anak dan orang lanjut usia tidak dianjurkan.)

  • Kandidiasis orofarings : 100 mg / hari. Pada penderita AIDS atau neutropenia dosis ditingkatkan menjadi 200 mg. obat diberikan selama 15 hari.
  • Vulvovaginitis kandida : 200 mg 2 x sehari. Obat diberikan selama 1 hari.
  • Ptyriasis versicolor : 200 mg / hari. Obat diberikan selama 7 hari.
  • Tinea korporis dan tinea kruris : 100 mg / hari. Obat diberikan selama 15 hari, atau 200 mg / hari selama 7 hari.
  • Tinea manus dan pedis : 100 mg / hari. Obat diberikan selama 30 hari.
  • Onikomikosis : 200 mg / hari. Obat diberikan selama 3 bulan, atau bertahap 200 mg 2 x sehari selama 7 hari diulangi setelah interval 21 hari. Dua tahap untuk kuku jari tangan, tiga tahap untuk kuku jari kaki.
  • Histoplasmosis : 200 mg 1-2 x sehari.
  • Obat alternatif pada infeksi sistemik : 200 mg 1 x sehari (kandidiasis 100-200 mg / hari), untuk infeksi invasif atau diseminata dan meningitis kriptokokus sampai 200 mg 2 x sehari.
  • Terapi pemeliharaan pada pasien AIDS dan profilaksis pada neutropenia : 200 mg 1 x sehari. dosis digandakan bila kadar obat dalam darah rendah.

Cara Minum Obat Yang Baik dan Benar

Itraconazole dalam bentuk obat cair yang diminum sebaiknya dikonsumsi dua jam setelah makan atau satu jam sebelum makan. Kumurlah obat cair itraconazole di dalam mulut sebelum menelannya jika pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi infeksi mulut.
Sedangkan itraconazole dalam bentuk kapsul dapat dikonsumsi sesaat setelah makan, dan sebaiknya diminum dengan minuman yang sedikit asam. Jangan mengunyah atau membuka kapsul itraconazole untuk mengonsumsinya, tapi telan kapsul secara utuh.

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan itraconazole sebelum menggunakannya.
Usahakan untuk mengonsumsi itraconazole pada pagi dan sore hari jika dokter meresepkan dosis dua kali sehari.
Pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur selama mengonsumsi itraconazole agar dokter dapat memonitor perkembangan kondisi Anda.

Untuk memastikan infeksi telah hilang sepenuhnya dan tidak kembali lagi, pengobatan harus dilakukan hingga tuntas sesuai dengan anjuran dokter. Jangka waktu pengobatan dengan itraconazole bervariasi, antara satu hari hingga beberapa minggu, tergantung pada jenis jamur penyebab infeksi dan tingkat keparahan penyakit yang diderita.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi itraconazole, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis itraconazole pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Itraconazole tidak boleh diberikan bersama dengan obat untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti antasida karena penyerapan obat oleh tubuh akan terhambat dan tidak sempurna. Tunggu hingga dua jam sebelum atau sesudah mengonsumsi itraconazole jika Anda memang perlu mengonsumsi antasida.

Efek Samping Obat

Efek samping itraconazole akan berkurang dan mereda, seiring dengan penyesuaian tubuh terhadap obat, Efek samping yang umum terjadi akibat mengonsumsi obat ini adalah: Mual, Sakit kepala, Diare,
Gangguan menstruasi, Konstipasi, Perut terasa nyeri dan Gangguan pencernaan.

Selain beberapa efek samping seperti yang disebutkan di atas, ada beberapa efek samping yang lebih serius, seperti gangguan organ hati, namun hal ini jarang terjadi. Berikut ini adalah beberapa gejalanya:

Hilang nafsu makan, Nyeri perut yang berkepanjangan, Urine berwarna lebih gelap dari biasanya, Merasa lelah yang tidak biasa.

Jika mengalami gejala gangguan organ hati seperti disebutkan di atas, atau gejala tidak kunjung mereda, segera temui dokter.

Interaksi Obat

Penggunaan bersamaan dengan obat-obat yang dimetabolisme melalui enzim CYP3A4 seperti metadon, disopiramid, dofetilide, dronedarone, quinidine, alkaloid ergot (seperti dihydroergotamine, ergometrine (ergonovin), ergotamine, metilergometrin (metilergonovin)), irinotecan, lurasidone, midazolam oral, pimozide, triazolam, felodipin , nisoldipin, ranolazine, eplerenone, cisapride, lovastatin, simvastatin, ticagrelor, colchicine, fesoterodine, telitromisin dan solifenacin berpotensi meningkatkan risiko cardiotoxicity (interval QT yang berkepanjangan, torsade de pointes) dan kematian jantung mendadak.

Obat-obatan yang dapat menurunkan konsentrasi plasma itraconazole : Obat yang mengurangi keasaman lambung (antasida, antagonis reseptor H2 (cimetidine, ranitidine) dan inhibitor pompa proton seperti lansoprazole dan omeprazole).

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan itraconazole kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Namun fakta bahwa obat ini telah menunjukkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan obat ini untuk wanita hamil. Disarankan hanya digunakan jika tidak ada pilihan lain yang lebih aman.

Peringatan dan Perhatian

  • Obat ini disekresi dalam air susu ibu dengan kadar yang hampir sama dengan kadar pada plasma. Oleh karena itu, penggunaan itraconazole oleh ibu menyusui tidak dianjurkan.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan jantung, hati, paru-paru, ginjal dan kondisi kelainan darah yang disebut porfiria.
  • Itraconazole tidak direkomendasikan bagi orang yang berusia lanjut.
  • Obat diberikan bersama makanan dan ditelan utuh.
  • Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi karena bisa berakibat fatal.
  • Obat ini kadang-kadang menyebabkan pusing dan mengantuk, jangan mengemudi atau menyalakan mesin saat menggunakan obat ini.
  • Itraconazole harus diberikan secara hati-hati pada pasien dengan disfungsi hati. Pemakaian harus dihentikan jika muncul tanda-tanda klinis dan gejala yang konsisten dengan penyakit hati seperti mual, anoreksia, muntah, lelah, sakit perut atau urin berwarna gelap.
  • Berikan dengan hati-hati jika pasien menderita disfungsi ginjal.
  • Hentikan obat bila terjadi neuropati perifer.
  • Penggunaan itraconazole bisa menyebabkan perpanjangan interval QT, yang dapat menyebabkan aritmia jantung yang serius. Oleh karena itu, harus hati-hati jika digunakan untuk pasien dengan faktor risiko seperti penyakit jantung struktural, dan kelainan elektrolit.
  • Konsultasikan dengan dokter tentang alat kontrasepsi yang sesuai bagi Anda dan pasangan, karena selama mengonsumsi itraconazole hingga beberapa pekan setelahnya, Anda tidak disarankan untuk hamil.
harga itraconazole | harga obat itraconazole | harga itrakonazol | harga itraconazole salep | itraconazole harga | itraconazole salep | merk dagang itraconazole | itraconazole generik | obat itraconazole | harga obat itraconazole 100 mg |
Itraconazole Khabib M 16 Jul 2016. Itraconazole

Definisi Obat Itraconazole adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur, terutama infeksi jamur sistemik seperti aspergillosis, kandidiasis, dan kriptokokosis, di mana obat antijamur lain tidak lagi efektif. Obat ini termasuk golongan triazole yang memiliki spektrum yang lebih luas dari fluconazole. Di beberapa negara, anti jamur golongan triazole seperti itraconazole lebih dipilih dibandingkan ketoconazole […]

4.9 Khabib M
loading...
One Comment

Kolom Tanya Jawab

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *