Ibuprofen

loading...

Definisi Obat

Ibuprofen adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit ringan dan menengah serta mengurangi peradangan (Inflamasi). Contoh kondisi atau gejala yang dapat ditangani ibuprofen adalah artritis, keseleo, nyeri otot, migrain, nyeri menstruasi, sakit gigi, dan nyeri setelah operasi. Di samping itu, ibuprofen juga dipakai untuk mengurangi gejala demam dan pegal-pegal akibat flu.

Ibuprofen biasanya mulai bekerja atau bereaksi dalam waktu satu jam. Ibuprofen juga tergolong dalam kelompok analgesik (pengurang rasa nyeri) dan antipiretik (penurun panas)

Aktivitas analgesik (penahan rasa sakit) Ibuprofen bekerja bekerja dengan menghambat enzim yang berperan dalam produksi prostaglandin. Prostaglandin adalah senyawa yang dilepaskan tubuh yang menyebabkan inflamasi dan rasa sakit. Dengan menghalangi produksi prostaglandin, ibuprofen mengurangi inflamasi dan rasa sakit.
Sedangkan Aktivitas antipiretik (penurun panas) Ibuprofen bekerja di hipotalamus dengan meningkatkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan aliran darah piretik.

gambar obat ibuprofen

Contoh Obat Bermerek Ibuprofen Produksi SANBE

Ibuprofen termasuk jenis obat anti inflamasi non-steroid (Non steroidal anti inflammatory drug (NSAID)). Dibandingkan dengan NSAID lainnya, obat ini salah satu anti inflamasi yang paling lemah sekaligus mengakibatkan efek samping yang paling ringan.

Ibuprofen ditemukan pada tahun 1961 oleh Stewart Adams dan dipasarkan sebagai Brufen. tersedia di bawah sejumlah nama dagang, termasuk Advil, Motrin, Nuprin dan Nurofen. Nama kimia ibuprofen ialah asam 2-(4-isobutil-fenil)-propionat.
Ibuprofen pertama kali dipasarkan pada tahun 1969 di Inggris dan di Amerika Serikat pada tahun 1974.

Nama Generik Ibuprofen (EYE bue PROE fen)
Nama Merek Dagang Advil, Genpril, Midol IB, Motrin IB, Proprinal, Smart Sense Children’s Ibuprofen, Nuprin, Nurofen, Aknil caplet, alaxan FR, anafen, arthrifen, bimacyl, Bodrex EXTRA, dolofen-f, ibuprofen, limasip, neo toku honsip, nugel, prosinal, proris, repass, ribunal, shelrofen, tiarema.
Jenis Obat Anti Inflamasi Non Steroid
Golongan Obat Obat Bebas Terbatas, Obat Resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa dan anak-anak (berusia minimal 6 bulan)
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan Tablet, kapsul, obat kunyah, bubuk, cairan yang diminum (
Ibuprofen biasa dipasarkan dengan kadar 200 mg atau 400 mg / tablet, 100 mg/ 5 ml sirup atau 200 mg/ 5 ml sirup forte dan dalam bentuk suppositoria 125 mg.)
Indikasi Mengobati nyeri ringan sampai sedang :

  • Nyeri Sakit gigi dan setelah cabut gigi
  • Nyeri Sakit kepala termasuk migrain
  • Nyeri Sakit pada telinga
  • Nyeri otot dan sendi termasuk nyeri akibat penyakit asam urat dan rematik
  • Nyeri akibat batu ginjal
  • Nyeri pasca operasi
  • Nyeri haid
  • Nyeri Demam, termasuk demam setelah imunisasi
Kontra Indikasi
  • Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (Alergi) terhadap ibuprofen, aspirin atau NSAID lainnya
  • Obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, pasien yang menderita asma, urtikaria, atau radang / tukak pada lambung atau usus.

Cara Kerja Obat

Ibuprofen bekerja dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Enzim ini berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan menghalangi kerja enzim COX, prostaglandin lebih sedikit diproduksi, yang berarti rasa sakit dan peradangan akan mereda.

Dosis Obat

Dosis penggunaan ibuprofen tergantung kepada tingkat keparahan rasa sakit yang diderita pasien. Jangan melebihi dosis maksimum ibuprofen untuk orang dewasa yaitu 2.400 mg per 24 jam.
Berikut ini adalah tabel dosis umum penggunaan ibuprofen bagi dewasa dan anak-anak.

Usia Takaran Frekuensi per hari
>12 tahun 200-400 mg 3-4 kali
10-12 tahun 300 mg atau 15 ml 3 kali
7-10 tahun 200 mg atau 10 ml 3 kali
4-7 tahun 150 mg atau 7,5 ml 3 kali
1-4 tahun 100 mg atau 5 ml 3 kali
6-12 bulan 50 mg atau 2,5 ml 3-4 kali
3-6 bulan 50 mg atau 2,5 ml 3 kali

Dan Berikut ini adalah Dosis Ibuprofen Berdasarkan Tingkat Penyakitnya

  • Dosis lazim dewasa untuk dismenore
    200 – 400 mg secara oral setiap 4 – 6 jam atau bila diperlukan.
  • Dosis lazim dewasa untuk osteoarthritis dan rheumatoid arthritis (rematik)
    Dosis awal : 400 – 800 mg secara oral setiap 6 – 8 jam.
    Dosis dapat dinaikkan, tapi tidak lebih dari 3.2 gram / hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk nyeri dan atau demam
    200 – 400 mg secara oral setiap 4 – 6 jam atau bila diperlukan. Untuk nyeri yang lebih berat bisa diberikan secara intravena dengan dosis 400 – 800 mg, diberikan lebih dari 30 menit setiap 6 jam atau sesuai kebutuhan.
  • Dosis lazim pediatric untuk demam dan atau nyeri
    Usia 6 bulan – 11 tahun : 7.5 mg / kg BB / dosis, diberikan secara oral setiap 6 – 8 jam atau sesuai kebutuhan.
    Dosis maksimum : 30 mg / kg BB / hari.
  • Dosis lazim pediatric untuk rheumatoid arthritis
    Usia 6 bulan – 12 tahun : 20 – 40 mg / kg bb / hari dibagi 3 atau 4 x pemberian.
    Maksimum : 2.4 g / hari

Cara Mengkonsumsi Ibuprofen Dengan Benar

Ibuprofen sebaiknya dikonsumsi sesudah makan atau dengan segelas susu untuk mengurangi efek sampingnya. Pastikan untuk mengurangi rokok serta konsumsi minuman keras karena dapat meningkatkan risiko efek samping pendarahan pada lambung.

Jika Anda tidak sengaja melewatkan jadwal minum ibuprofen, segeralah meminumnya jika jadwal untuk dosis berikutnya masih lama. Jangan menggandakan dosis ibuprofen yang diminum dengan maksud menggantikan dosis yang sudah terlewat.

Efek Samping Obat

Semua obat pasti berpotensi menimbulkan efek samping, termasuk ibuprofen. Beberapa efek samping ibuprofen yang dapat terjadi antara lain: Mual dan muntah, Perut kembung, Nyeri ulu hati, Gangguan pencernaan, Diare atau konstipasi, Sakit kepala, Tukak lambung, Muntah darah, dan Tinja berwarna hitam atau disertai darah

Interaksi Obat

Ibuprofen berinteraksi dengan obat-obat berikut bila dikonsumsi secara bersamaan:

  • Antikoagulan (misalnya, warfarin atau kumarin), karena obat-obat ini jika diberikan bersamaan ibuprofen meningkatkan resiko perdarahan lambung.
  • Ibuprofen menurunkan efektivitas Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (misalnya, enalapril) atau diuretik (misalnya, furosemide, hydrochlorothiazide).
  • Mengganggu efek antiplatelet aspirin dosis rendah yang menyebabkan efektivitas aspirin menurun bila digunakan untuk cardioprotection dan pencegahan stroke. Aspirin juga meningkatkan resiko perdarahan lambung.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

Penelitian pada hewan atau manusia telah menunjukkan efek buruk pada janin dan/atau terdapat bukti positif beresiko terhadap janin manusia berdasarkan data-data efek samping yang dikumpulkan melalui penelitian atau data pemasaran, dan resikonya terbukti jelas lebih buruk daripada manfaat yang bisa diperoleh.

Pemakaian ibuprofen oleh ibu hamil, terutama pada usia kehamilan lebih dari 30 minggu sebaiknya tidak dilakukan karena resiko terjadinya penutupan prematur atau patent ductus arteriosus. Pada usia kehamilan yang lebih awal, jika bisa dijamin obat ini memberikan manfaat yang lebih besar daripada resikonya, obat ini masih bisa diberikan.

Peringatan dan Perhatian

  • Obat ini hanya dapat mengurangi gejala dan bukan menyembuhkan penyakit penyebabnya.
  • Bagi wanita hamil dan menyusui, sesuaikan dengan anjuran dokter.
  • Sebaiknya diberikan bersama makanan atau susu untuk menghindari nyeri perut.
  • Jangan diberikan pada orang yang memiliki fungsi hati dan ginjal yang buruk, sedang atau pernah memiliki sakit jantung.
  • Jika anda menderita hipertensi, pantau tekanan darah selama pengobatan. Jika tidak benar-benar dibutuhkan sebaiknya jangan menggunakan ibuprofen ataupun NSAID lainnya.
  • Ibuprofen dapat menyebabkan pusing atau mengantuk, yang akan diperparah jika pasien juga mengkonsumsi alkohol. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama pemakaian obat ini.
  • Penggunaan pada pasien lanjut usia harus lebih hati – hati karena mereka lebih sensitif terhadap efek obat ini, terutama perdarahan perut dan masalah ginjal.
  • Ibuprofen ditemukan dalam ASI. Jangan menyusui saat menggunakan obat ini atau beri rentang yang cukup.
  • Jika setelah 24 jam obat ini tidak memberikan efek yang memuaskan, demam dan nyeri sudah berlangsung lebih dari 3 hari atau gejala-gejala lain muncul, segeralah hubungi dokter anda.
  • Jika setelah pemakaian selama 2 – 4 minggu tidak memberikan hasil yang memuaskan sebaiknya dicari alternatif obat NSAID lainnya.
  • Jika anda memiliki riwayat alergi terhadap NSAID lain misalnya aspirin, sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
obat yang mengandung ibuprofen | harga obat ibuprofen | harga ibuprofen | nama dagang ibuprofen | merk obat yang mengandung ibuprofen | obat yg mengandung ibuprofen | contoh obat ibuprofen | obat ibuprofen | merk obat ibuprofen | obat mengandung ibuprofen |
Ibuprofen Khabib M 01 Jun 2016. Ibuprofen

Definisi Obat Ibuprofen adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit ringan dan menengah serta mengurangi peradangan (Inflamasi). Contoh kondisi atau gejala yang dapat ditangani ibuprofen adalah artritis, keseleo, nyeri otot, migrain, nyeri menstruasi, sakit gigi, dan nyeri setelah operasi. Di samping itu, ibuprofen juga dipakai untuk mengurangi gejala demam dan pegal-pegal akibat flu. Ibuprofen […]

4.9 Khabib M
loading...
One Comment

Kolom Tanya Jawab

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...