Fluconazole

Definisi Obat

Fluconazole adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh jamur candida. Misalnya infeksi jamur pada vagina, mulut, tenggorokan, kerongkongan, paru-paru, kandung kemih, area genital, dan darah

Fluconazole merupakan obat antijamur, obat ini berfungsi membunuh jamur penyebab infeksi sekaligus mencegahnya tumbuh kembali. Obat ini termasuk golongan triazole generasi pertama.

Di samping mengobati infeksi jamur, obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah infeksi jamur, terutama untuk orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Misalnya orang yang menjalani kemoterapi kanker, pasien transplantasi sumsum tulang, bayi prematur dan pengidap HIV AIDS.

Flukonazol dikembangkan oleh para ilmuwan di Pfizer dan pertama kali dipasarkan pada tahun 1990. obat ini sekarang tersedia sebagai obat generik murah.
Di beberapa negara anti jamur golongan triazole seperti fluconazole lebih dipilih dibandingkan ketoconazole untuk penggunaan sebagai anti jamur sistemik, karena memiliki afinitas yang lebih besar terhadap membran sel jamur dan memiliki toksisitas yang lebih kecil.

gambar obat fluconazole

Contoh Obat Generik Berlogo Fluconazole 150 mg Produksi Kimia Farma

Nama Generik Fluconazole (floo KOE na zole)
Nama Merek Dagang Diflucan, Celozole, cancid, candipar, candizol, cryptal, Fcz, fioflucan, flucanol, flucess, fluconazole, flucoral, fludis, fluxar, funzela, fuzolan, govazol, kifluzol, lunazol, quazol, sifluzol, sporale, zemyc.
Jenis Obat Obat Antijamur
Golongan Obat Obat Keras, Obat Resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan Kapsul, tablet, obat suntik, dan obat cair (biasanya dipasarkan berupa fluconazole 50 mg, 150 mg, 200 mg tablet, kaplet atau kapsul, dan larutan infus 2 mg / ml)
Indikasi Mencegah dan mengobati infeksi jamur (infeksi jamur pada vagina, mulut, tenggorokan, kerongkongan, paru-paru, kandung kemih, area genital, dan darah)
Kontra Indikasi Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (Alergi) terhadap obat ini atau obat golongan triazole lainnya.

Cara Kerja Obat

Seperti semua agen antijamur kelas azole, fluconazole bekerja dengan cara mengganggu sintesis membran sel jamur dengan cara menghambat enzim sitokrom P450 14α-demethylase (P45014DM). Penghambatan ini mencegah konversi lanosterol ke ergosterol, komponen penting dari membran sitoplasma jamur.

Dosis Obat

Penentuan Dosis Fliuconazole tergantung pada tingkat keparahan infeksi yang diderita.
Dosis umum fluconazole adalah 50-200 mg. Untuk menangani infeksi jamur pada vagina, pasien hanya perlu mengonsumsi 150 mg fluconazole satu kali.

Berikut ini adalah dosis Fluconazole selengkapnya:

  • Mengobati Vaginitis dan balanitis kandida
    dewasa : 150 mg dosis tunggal secara oral.
  • Megobati Kandidiasis mukosa (misalnya kandidiasis orofarings, kandidiasis oral atropikans, esofagitis, kandiduria, infeksi bronkopulmoner noninvasif, kecuali genitalia)
    Dewasa : 50 mg / hari. Bisa ditingkatkan menjadi 100 mg / hari untuk infeksi yang lebih parah. Umumnya diberikan selama 7-14 hari. Durasi 14-30 hari untuk esofagitis, kandiduria, infeksi bronkopulmoner noninvasif. Obat diberikan secara oral.
    Anak : 3-6 mg / kg BB pada hari pertama, kemudian 3 mg / kg BB / hari. Obat diberikan setiap 72 jam pada neonatus usia sampai 2 minggu, dan setiap 48 jam pada neonatus usia 2-4 minggu. Obat diberikan secara oral atau infus intravena.
  • Mengobati Tinea pedis, korporis, kruris, versikolor dan kandidiasis dermal
    Dewasa : 50 mg / hari. Obat diberikan selama 2-4 minggu, maksimum 6 minggu misalnya pada tinea pedis. Obat diberikan secara oral.
  • Infeksi kandida invasif (termasuk kandidemia dan kandidiasis diseminata) dan infeksi kriptokokus (termasuk meningitis)
    Dewasa : dosis awal 400 mg dilanjutkan 200 mg / hari. Dosis bisa ditingkatkan sampai 400 mg / hari. Pengobatan diteruskan sesuai dengan respons (untuk meningitis kriptokokus, minimal 6-8 minggu). Obat diberikan secara oral atau infus intravena.
    Anak : 6-12 mg / kg Bb / hari. Obat diberikan setiap 72 jam pada neonatus usia sampai 2 minggu, dan setiap 48 jam untuk neonatus usia 2-4 minggu. Obat diberikan secara oral atau infus intravena.
  • Pencegahan kambuhnya meningitis kriptokokus pada pasien AIDS
    Dewasa : 100-200 mg / hari (setelah menjalani terapi primer).
  • Profilaksis infeksi jamur pada pasien immunocompromised, setelah kemoterapi atau radioterapi
    Dewasa : 50-400 mg / hari disesuaikan dengan risiko infeksi. 400 mg / hari jika terdapat risiko tinggi terjadinya infeksi sistemik, misalnya setelah transplantasi sumsum tulang. Terapi dimulai sebelum terjadinya netropenia dan dilanjutkan sampai 7 hari setelah jumlah netrofil yang diinginkan tercapai.
    Anak : tergantung dari lama dan beratnya neutropenia, 3-12 mg / kg BB / hari. Obat diberikan setiap 72 jam untuk neonatus usia sampai 2 minggu, dan setiap 48 jam untuk neonatus usia 2-4 minggu.

Cara Menggunakan Fluconazole Dengan Benar

Jangan berhenti menggunakan obat ini sebelum jangka waktu yang ditentukan oleh dokter karena meski infeksi terlihat sudah sembuh, jamur tetap berpotensi untuk tumbuh kembali.
Gunakan fluconazole sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.

Loading...

Obat ini boleh diminum sebelum atau sesudah makan. Pastikan Anda menghindari konsumsi minuman keras untuk mencegah risiko efek samping.

Usahakan untuk mengonsumsi fluconazole pada jam yang sama tiap hari. Hal ini dilakukan guna memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi fluconazole, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis fluconazole pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Efek Samping Obat

Fluconazole mungkin akan menimbulkan efek samping yang berbeda-beda pada tiap orang. Berikut ini adalah Beberapa efek samping Fluconazole

  • Efek samping yang umum diantaranya ruam, sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit perut, diare, dan peningkatan kinerja enzim hati.
  • Efek samping yang lebih jarang misalnya anoreksia, tubuh yang lelah, dan sembelit.
  • Efek samping yang sangat jarang seperti oliguria, hipokalemia, parestesia, kejang, alopecia, angioudem, anafilaksis, lesi bulosa, nekrolisis epidermal toksik, sindrom Stevens-Johnson, trombositopenia, diskrasia darah lainnya,dan hepatotoksisitas serius termasuk gagal hati.
  • Pada pasien AIDS pernah dilaporkan terjadi reaksi kulit yang parah.

Interaksi Obat

Berikut adalah interaksi fluconazole dengan obat-obat lain :

  • Penggunaan bersamaan dengan obat-obat seperti cisapride, astemizol, erythromicin, pimozide, dan quinidine berpotensi meningkatkan risiko cardiotoxicity (interval QT yang berkepanjangan, torsade de pointes) dan kematian jantung mendadak.
  • Penggunaan dengan antikoagulan warfarin atau kumarin bisa meningkatkan protrombin time sehingga meningkatkan potensi terjadinya perdarahan.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan fluconazole kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Namun jika diberikan pada dosis tinggi, terutama pada trimester pertama kehamilan obat ini telah dikaitkan dengan kejadian cacat lahir pada bayi. FDA sekarang mengkategorikan penggunaan fluconazole dosis tinggi selama trimester pertama kehamilan ke dalam kategori D, dengan penjelasan sebagai berikut

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun studi terhadap manusia, namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Peringatan dan Perhatian

  • Obat ini disekresi dalam air susu ibu dengan kadar yang hampir sama dengan kadar pada plasma. Oleh karena itu, penggunaan fluconazole oleh ibu menyusui tidak dianjurkan.
  • Penting bagi pasien untuk menggunakan obat ini sesuai jangka waktu yang disarankan oleh dokter guna memastikan jamur penyebab infeksi musnah dan mencegahnya tumbuh kembali.
  • Harap berhati-hati bagi yang menderita gangguan ritme detak jantung, gangguan ginjal, gangguan hati, porfiria, dan alergi terhadap obat antijamur sejenis (misalnya ketoconazole)
  • Selama menggunakan fluconazole, beri tahu dokter sebelum menjalani langkah penanganan medis apa pun.
  • Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi karena bisa berakibat fatal.
  • Obat ini kadang-kadang menyebabkan pusing dan mengantuk, jangan mengemudi atau menyalakan mesin saat menggunakan obat ini.
loading...
fluconazole harga | harga flukonazol | harga fluconazole | harga flukonazol tablet | harga obat fluconazole | flukonazol | harga obat fluconazole tablet | harga obat fluconazole 150 mg | harga obat flukonazol | harga fluconazole tablet |
Fluconazole medlineplus.gov 09 Jun 2016. Fluconazole

Definisi Obat Fluconazole adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh jamur candida. Misalnya infeksi jamur pada vagina, mulut, tenggorokan, kerongkongan, paru-paru, kandung kemih, area genital, dan darah Fluconazole merupakan obat antijamur, obat ini berfungsi membunuh jamur penyebab infeksi sekaligus mencegahnya tumbuh kembali. Obat ini termasuk golongan triazole generasi pertama. Di […]

4.9
3 Comments

Kolom Tanya Jawab

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *