Mulanya, ketika obat ditemukan diberi nama kimia yang menggambarkan struktur molekulnya. oleh karena itu, nama kimia obat biasanya amat kompleks sehingga tak mudah diingat orang awam. Untuk kepentingan penelitian biasanya nama kimia ini disingkat dengan kode tertentu, misalnya PH 131. Setelah obat itu dinyatakan aman dan bermanfaat melalui uji klinis, barulah obat tersebut di daftarkan pada Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Obat tersebut mendapat nama generik dan nama dagang. Berikut ini adalah pembahasan selengkapnya

gambar logo obat generik

Logo Obat Generik

Obat Generik (unbranded drugs)

Obat generik adalah obat dengan nama generik sesuai dengan penamaan zat aktif sediaan yang ditetapkan oleh farmakope indonesia dan INN (International non-propietary Names) dari WHO (World Health Organization), tidak memakai nama dagang maupun logo produsen. Nama generik ini ditempatkan sebagai judul dari sediaan-sediaan obat yang mengandung nama generik tersebut sebagai zat tunggal, Contoh obat generik : Amoxicillin, metformin dll

Obat Generik Berlogo

Obat generik berlogo adalah Obat generik yang mencantumkan logo produsen (tapi tidak memakai nama dagang), misalkan sediaan obat generik dengan nama amoxicilin  terdapad logo produsen Kimia farma

Obat Nama Dagang / Obat Bermerek (branded drugs)

Obat nama dagang adalah obat dengan nama sediaan obat yang ditetapkan oleh pabrik pembuatnya dan terdaftar di departemen kesehatan negara yang bersangkutan.
Perusahaan obat yang menemukan obat tersebut dapat memasarkannya dengan nama dagang. Nama dagang biasanya diusahakan yang mudah diingat oleh pengguna obat. Jadi, pada dasarnya obat generik dan obat nama dagang berbeda dalam penamaan, sedangkan pada prinsipnya komposisi obat generik dan obat nama dagang adalah sama.
Obat nama dagang disebut juga obat merek terdaftar. contoh amoksan, diafac, pehamoxil. dll
Dari satu nama generik dapat diproduksi berbagai macam sediaan obat dengan nama dagang yang berlainan ,misal: Pehamoxil (berisi: Amoxicillin), Diafac (berisi: metformin) dll.

Obat Paten

Obat paten adalah obat jadi yang terdaftar atas nama pembuat (penemu), yang dikuasai, dibuat dalam kemasan asli pabrik yang memproduksinya.
Disebut obat paten karena pabrik penemu tersebut berhak atas paten penemuan obat tersebut dalam jangka waktu tertentu. Selama paten tersebut masih berlaku, umumnya obat paten berlaku 20 tahun, dimana pabrik farmasi lain tidak boleh memproduksi produk yang serupa, hingga selesai masa patennya, apabila selesai masa patennya (20 tahun) maka pabrik lain boleh memproduksinya dengan mengajukan ijin lisensi.

Obat paten yang telah habis masa patennya dan diproduksi serta dijual pabrik lain dengan nama dagang yang ditetapkan pabrik lain disebut obat me-too (Baca : Obat Mitu).
di beberapa negara barat disebut branded generic atau tetap dijual dengan nama generik.

Selain istilah-istilah penggolongan obat diatas ada juga istilah-istilah nama obat lainnya seperti : Obat Baru, Obat Jadi, dan Obat Esensial

Obat Baru

Obat baru adalah obat yang terdiri dari satu atau lebih zat, baik yang berkhasiat maupun tidak berkhasiat misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu, atau komponen lainnya yang belum dikenal , hingga tidak diketahui khasiat dan keamanannya

Obat Jadi

Obat jadi adalah obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, emulsi, suspensi, salep, krim, tablet, supositoria, klisma, injeksi dll yang mana bentuk obat tersebut tercantum dalam farmakope indonesia.

Obat Esensial

Obat esensial adalah obat yang paling banyak dibutuhkan untuk pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat banyak, meliputi diagnosa, profilaksi terapi dan rehabilitasi, misalkan di indonesia : obat TBC, obat imunisasi, vaksin, obat generik dll

contoh obat dengan nama kimia paten dan generik | contoh obat paten | contoh obat generik | contoh obat jadi | nama dagang obat | contoh obat dagang | pil merek dagang | contoh obat generik merek dagang | jenis jenis bentuk sediaan obat beserta zat aktif merek dagang beserta kegunaannya | merk dagang obat |