A. Penggolongan Obat Tradisional

Selain obat yang berbasis kimia modern, juga dikenal obat yang berasal dari alam, yang biasa dikenal sebagai obat tradisional.
Obat tradisional Indonesia semula hanya dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu obat tradisional (jamu) dan fitofarmaka. Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, telah diciptakan peralatan berteknologi tinggi yang membantu proses produksi sehingga industri jamu maupun industri farmasi mampu membuat jamu dalam bentuk ekstrak. Namun, sayang pembuatan sediaan yang lebih praktis ini belum diiringi dengan perkembangan penelitian sampai dengan uji klinik.
Pengelompokan obat bahan alam Indonesia ini menjadi jamu sebagai kelompok yang paling sederhana, obat herbal terstandar sebagai yang lebih tinggi, dan fitofarmaka sebagai yang paling tinggi tingkatannya. Pokok – pokok pengelompokan tersebut sesuai SK Kepala Badan POM No. HK.00.05.2411 tanggal 17 Mei 2004.

  • Jamu (Empirical based herbal medicine)

    gambar logo jamu

    logo jamu

    Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara kuno, misalnya dalam bentuk serbuk seduhan, pil, dan cairan yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut serta digunakan secara tradisional. Pada umumnya, jenis ini dibuat dengan mengacu pada resep peninggalan leluhur yang disusun dari berbagai tanaman obat yang jumlahnya cukup banyak, berkisar antara 5 – 10 macam bahkan lebih.
    Bentuk jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai dengan klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris. Jamu yang telah digunakan secara turun-menurun selama berpuluh-puluh tahun bahkan mungkin ratusan tahun, telah membuktikan keamanan dan manfaat secara langsung untuk tujuan kesehatan tertentu.

  • Obat Herbal Terstandar (Scientific based herbal medicine)

    gamar logo obat herbal terstandar

    logo obat herbal terstandar

    Adalah obat tradisional yang dibuat dari bahan alami dengan cara diekstrak dan disajikan dengan praktis. Untuk melaksanakan proses ini membutuhkan peralatan yang lebih kompleks dan berharga mahal, ditambah dengan tenaga kerja yang mendukung dengan pengetahuan maupun ketrampilan pembuatan ekstrak.Obat herbal terstandar ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian pre-klinik seperti standart kandungan bahan berkhasiat, standart pembuatan ekstrak tanaman obat, standart pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji toksisitas akut maupun kronis.

  • Fitofarmaka (Clinical based herbal medicine)

    gambar logo fitofarmaka

    logo fitofarmaka

    Adalah Merupakan bentuk obat tradisional dari bahan alam yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia.
    Dengan uji klinik akan lebih meyakinkan para profesi medis untuk menggunakan obat herbal di sarana pelayanan kesehatan. Masyarakat juga bisa didorong untuk menggunakan obat herbal karena manfaatnya jelas dengan pembuktian secara ilimiah.

B. Kosmetika

gambar logo kosmetik

logo viva kosmetik

Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.
Bahan yang digunakan untuk memproduksi kosmetik dapat berasal dari alam atau sintetik.

  • Kosmetik dalam negeri adalah kosmetik yang dibuat dan dikemas oleh industri di dalam negeri, meliputi kosmetik lokal, kosmetik lisensi, dan kosmerik kontrak..
  • Kosmetik lokal adalah kosmetik yang diproduksi tanpa lisensi di wilayah Indonesia.
  • Kosmetik impor adalah kosmetik produksi pabrik luar negeri yang dimasukan dan diedarkan di wilayah indonesia termasuk kosmerik kontrak.
  • Kosmetik lisensi adalah kosmetik yang diproduksi di wilayah Indonesia atas dasar penunjukan atau persetujuan tertulis dari pabrik induatri negara asalnya.
  • Kosmetik kontrak adalah kosmetik yang produksinya dilimpahkan kepada produsen lain berdasarkan kontrak.

a. Persyaratan Kosmetik

Kosmetik yang diproduksi dan atau diedarkan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  • Menggunakan bahan yang memenuhi standar dan persyaratan mutu serta
    persyaratan lain yang ditetapkan
  • Diproduksi dengan menggunakan cara pembuatan kosmetik yang baik
  • Terdaftar pada dan mendapat izin edar dari badan POM

B. Penggolongan Kosmetik

Berdasarkan bahan dan penggunaannya serta untuk penilaian, kosmetik dibagi menjadi dua golongan :
1. Kosmetik golongan I, yang meliputi:

  • Kosmetik yang digunakan untuk bayi
  • Kosmetik yang digunakan di sekitar mata, rongga mulut, dan mukosa lainnya.
  • Kosmetik yang mengandung bahan dengan persyaratan kadar dan penandaan.
  • Kosmetik yang mengandung bahan dan fungsinya belum lazim serta belum diketahui keamanan dan kemanfaatannya.

2. Kosmetik golongan II, meliputi Kosmetik yang tidak termasuk golongan I.
Berdasarkan fungsinya kosmetik terdiri dari 13 kategori :

  • Sediaan bayi
  • Sediaan mandi
  • Sediaan kebersihan badan
  • Sediaan cukur
  • Sediaan wangi-wangian
  • Sediaan rambut
  • Sediaan pewarna rambut
  • Sediaan rias mata
  • Sediaan rias wajah
  • Sediaan pewarnaan kulit
  • Sediaan tabir surya
  • Sediaan kuku
  • Sediaan higiene mulut
obat tradisonal beserta penggolongannya | pengertian fitokosmetik | penggolongan obat herbal | penggolongan obat tradisional dan contoh |