Famotidine

Definisi Obat

Famotidine adalah obat yang digunakan untuk mengurangi atau menghambat produksi asam lambung yang dihasilkan oleh lambung, Famotidine berfungsi sebagai obat untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung, seperti sakit maag dan tukak lambung.

Famotidine merupakan jenis obat histamin H2 receptor antagonist atau H2 blocker.
Tidak seperti cimetidine, antagonis H2 pertama, famotidine tidak memiliki efek pada sistem enzim sitokrom P450, dan tidak muncul untuk berinteraksi dengan obat lain

Lambung menghasilkan asam yang dapat membantu proses pencernaan makanan. Jika jumlah asam yang ada di dalam lambung berlebihan, bisa menimbulkan inflamasi dan luka pada dinding lambung atau usus. Kondisi kelebihan asam lambung berisiko menyebabkan tukak perut, tukak usus, penyakit asam lambung atau GERD, dan gangguan pencernaan.

Famotidine ditemukan pada tahun 1979, Famotidine, dijual dengan nama dagang Pepcid.
Selain mengurangi asam di dalam lambung, famotidine membantu proses pemulihan jika sudah terdapat bagian dari dinding lambung yang rusak.
Famotidine sering digunakan sebagai obat antiulserasi dan antirefluks.

famotidine images

Contoh Obat Bermerek Famotidine

Nama Generik Famotidine (fam OH ti deen)
Nama Obat Bermerek Dagang Heartburn Relief, Pepcid, Pepcid AC, Pepcid AC Maximum Strength, Pepcid RPD, Mylanta AR, Leader Acid Reducer
Jenis Obat Histamin H2 receptor antagonist / H2 Blocker
Golongan Obat Obat Resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa dan remaja (usia 16 tahun ke atas)
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan Tablet ( biasanya dipasarkan dengan kadar 20 mg / tablet dan 40 mg / tablet)
Indikasi
  • Mengurangi asam di dalam perut.
  • Mengobati penyakit yang disebabkan terlalu banyak asam yang diproduksi di dalam lambung, seperti tukak lambung, tukak usus, penyakit asam lambung atau GERD, gangguan pencernaan.
Kontra Indikasi Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada famotidine atau obat golongan antagonis reseptor H2 lainnya.

Cara Kerja Obat

Famotidine bekerja dengan cara menghambat secara kompetitif kerja reseptor histamin H2, yang sangat berperan dalam sekresi asam lambung. Penghambatan kerja reseptor H2 menyebabkan produksi asam lambung menurun baik dalam kondisi istirahat maupun adanya rangsangan oleh makanan, histamin, pentagastrin, kafein dan insulin.

Dosis Obat

Dosis awal famotidine adalah 20-80 mg per hari. Batas maksimal mengonsumsi obat ini adalah selama enam hari. Obat ini hanya boleh dikonsumsi oleh orang dewasa dan remaja berusia 16 tahun ke atas.
Dosis Famotidine selengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Dosis lazim dewasa untuk maag, peptic ulcer dan tukak duodenum (usus duabelas jari)
    • Dosis awal
      Parenteral : 20 mg intravena setiap 12 jam.
      Oral : 40 mg 1 x sehari pada waktu tidur atau 20 mg 2 x sehari.
    • Dosis pemeliharaan : 20 mg secara oral atau intravena 1 x sehari pada waktu tidur.
  • Dosis lazim dewasa untuk pencegahan tukak
    20 mg secara oral atau intravena, 1 x sehari.
  • Dosis lazim dewasa untuk gastroesophageal reflux disease (GERD)
    Parenteral : 20 mg intravena setiap 12 jam.
    Oral : 20 mg 2 x sehari selama 6 minggu.
  • Dosis lazim dewasa untuk erosif esofagitis
    Parenteral : 20 mg intravena setiap 12 jam.
    Oral : 20 – 40 mg 2 x sehari selama 12 minggu.
  • Dosis lazim dewasa untuk Zollinger-Ellison Syndrome dan hipersekresi patologis
    Parenteral : 20 mg intravena setiap 6 jam.
    Oral : 20 mg setiap 6 jam.
  • Dosis lazim dewasa untuk dispepsia
    10 mg 1-2 x sehari secara oral
  • Dosis lazim dewasa perdarahan saluran pencernaan bagian atas
    20 mg intravena setiap 12 jam.
  • Dosis lazim pediatric untuk peptic ulcerPeptikum penyakit maag : anak-anak usia 1-16 tahun : 0.5 mg / kg / hari. obat diberikan secara oral 1 x sehari pada waktu tidur atau dibagi 2 x kali pemberian dalam sehari (dosis maksimum harian : 40 mg / hari).
    Kondisi hipersekresi : 20 mg setiap 6 jam. Dapat ditingkatkan sampai 160 mg setiap 6 jam.
  • Dosis lazim pediatric untuk gastroesophageal reflux disease (GERD)
    • usia 1-3 bulan : 0.5 mg / kg / dosis. Obat diberikan secara oral 1 x sehari selama 8 minggu.
    • usia 3 bulan – 1 tahun : 0.5 mg / kg / dosis. Obat diberikan secara oral 2 x sehari selama 8 minggu.
    • usia 1-16 tahun : 0.5 mg / kg/ dosis. Obat diberikan secara oral 2 x sehari selama 8 minggu.
  • Dosis Pediatric biasa untuk DispepsiaUsia lebih dari 12 tahun : 10 – 20 mg, obat digunakan 15 – 60 menit sebelum makan.

Cara Minum Obat Yang Baik dan Benar

Bacalah petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi famotidine. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa izin dokter.

Famotidine biasanya diminum 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Jika Anda hanya dibatasi untuk mengonsumsi sehari sekali, sebaiknya obat ini diminum pada malam hari. Obat ini bisa diminum sebelum atau sesudah makan.

Selama mengalami masalah asam lambung, terdapat beberapa makanan dan minuman yang bisa memperparah gejala yang muncul. Makanan dan minuman yang harus Anda hindari adalah peppermint, cokelat, makanan pedas, tomat, minuman beralkohol, kopi, dan minuman panas apa pun. Selain itu, hindari makan dalam porsi besar agar gejala yang muncul tidak bertambah parah.

Menurunkan berat badan dan mengonsumsi makanan yang sehat bisa membantu menurunkan risiko munculnya gejala yang ada. Orang dengan berat badan berlebih akan menambah tekanan terhadap perut, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit asam lambung.

Untuk sementara hindari rokok karena rokok bisa meningkatkan produksi asam di dalam lambung sehingga dapat memperparah gejala yang muncul.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi famotidine, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis famotidine pada jadwal berikutnya untuk menggantikan dosis yang terlupakan.

Efek Samping Obat

Beberapa efek samping famotidine yang umumnya terjadi antara lain: sakit kepala, pusing, dan sembelit, dan diare.

Interaksi Obat

Belum diketahu secara tepat interaksi famotidine dengan obat-obat lain. Berikut adalah interaksi obat-obat antagonis reseptor histamin H2 dengan obat-obat lain yang perlu diwaspadai terjadi juga pada pemakaian famotidine :

  • Antagonis histamin H2 menurunkan absorpsi sefpodoksim.
  • Obat-obat yang bioavailabilitasnya baik dalam kondisi asam seperti ketokonazole, itraconazole, atazanavir, dan ester ampicillin, penyerapannya akan menurun sehingga mengurangi efektivitasnya.
  • Sedangkan obat-obat yang labil dalam kondisi asam seperti erythromycin, dan digoxin penyerapannya akan meningkat.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan famotidine kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Penelitian pada hewan tidak bisa digunakan acuan keamanan obat ini jika digunakan oleh ibu hamil. Karena penelitian klinis pada manusia belum dilakukan sebaiknya penggunaan famotidine oleh ibu hamil hanya jika sangat dibutuhkan.

Perhatian & Peringatan

  • Harap berhati-hati dalam mengonsumsi obat ini bagi penderita gangguan ginjal, gangguan hati, anemia, dan gangguan paru-paru seperti asma.
  • Harap waspada jika mengalami muntah-muntah, kesulitan menelan dan penurunan berat badan.
  • Tanyakan kepada dokter sebelum mengonsumsi obat lain, baik obat bebas maupun obat resep, selama mengonsumsi obat ini.
  • Famotidine biasa digunakan pada bayi bahkan dengan dosis yang lebih tinggi daripada yang diekskresikan melaui air susu ibu (ASI). Lagipula obat ini didegradasi oleh kondisi asam sehingga jumlah yang terdapat dalam ASI sangat sedikit. Obat ini tidak menyebabkan efek yang terlalu serius pada bayi jika digunakan oleh ibu menyusui. Jika anda ragu konsultasilah dengan dokter anda, atau beri jarak yang cukup antara pemakaian obat dengan saat menyusui.
  • Hentikan pemakaian famotidine dengan segera jika anda mengalami reaksi alergi, seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya, karena bisa berakibat yang lebih fatal.
  • Segera hubungi dokter, bila terjadi reaksi alergi atau overdosis
  • obat ini bisa menyebabkan pusing. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini.
famotidin paten | harga obat vornipam | harga vornipam | nama paten famotidine | nama paten h2 bloker |
Famotidine medlineplus.gov 20 Mei 2016. Famotidine

Definisi Obat Famotidine adalah obat yang digunakan untuk mengurangi atau menghambat produksi asam lambung yang dihasilkan oleh lambung, Famotidine berfungsi sebagai obat untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung, seperti sakit maag dan tukak lambung. Famotidine merupakan jenis obat histamin H2 receptor antagonist atau H2 blocker. Tidak seperti cimetidine, antagonis H2 pertama, famotidine […]

4.9

Kolom Tanya Jawab

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *