Indeks_Obat A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Diltiazem

Definisi Obat

Diltiazem adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi), angina (nyeri dada), dan gangguan irama jantung tertentu. Obat ini termasuk ke dalam golongan calcium channel blockers. Diltiazem biasanya dipilih jika pasien tidak bisa diberikan obat-obat anti hipertensi golongan beta blocker.

Diltiazem merupakan obat penghambat kanal kalsium atau antagonis kalsium. Diltiazem hanya akan membantu Anda untuk mengontrol dan bukan untuk menyembuhkan hipertensi.
Manfaat obat ini akan makin efektif jika disertai dengan penerapan gaya hidup yang sehat. Misalnya dengan menjaga berat badan yang sehat, menjauhi makanan yang tinggi garam, serta berolahraga secara teratur.
Dokter dapat menganjurkan penggunaannya tanpa atau dengan kombinasi obat-obat lain.

diltiazem images

Contoh obat generik diltiazem produksi kimia farma

Nama Generik Diltiazem (dil TYE a zem)
Nama Merek Dagang Cardizem, Cartia XT, Dilacor XR, Dilt-CD, Diltia XT, Diltzac, Matzim LA, Taztia XT, Tiazac,
cordila SR, cordizem, dilbres, dilmen, diltiazem, farmabes, herbesser.
Jenis Obat Penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers)
Golongan Obat Obat Keras, Obat Resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan Tablet dan obat suntik (Diltiazem biasanya tersedia dalam formulasi sebagai berikut : tablet 30 mg, dan 60 mg, sebagai diltiazem hydrochloride.)
Indikasi
  • Untuk mengobati hipertensi ringan sampai sedang, baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi dengan anti hipertensi lainnya.
  • Mengobati angina pektoris, terapi profilaksis angina pektoris varian, dan angina karena kejang arteri koroner.
Kontra Indikasi
  • Diltiazem tidak boleh diberikan pada penderita gagal jantung kongestif, karena bisa menyebabkan perburukan klinis.
  • Obat ini juga tidak boleh diberikan untuk penderita tekanan darah rendah (< 90/60 mmHg), ibu menyusui dan wanita hamil.
  • Jangan menggunakan obat ini pada pasien yang mempunyai riwayat hipersensitif terhadap diltiazem atau obat-obat yang termasuk golongan calcium channel blockers lainnya.
  • Kontraindikasi pada pasien penderita sindrom penyakit sinus (sinus bradikardi, sinus ares, sinus atrial)

Cara Kerja Obat

Cara kerja diltiazem adalah dengan melebarkan dinding pembuluh darah sehingga aliran darah dan oksigen ke jantung dapat meningkat. Proses ini akan menurunkan tekanan darah dan detak jantung, sekaligus mengurangi beban kerja jantung.

Dosis Obat

Dosis diltiazem untuk tiap pasien berbeda-beda, tergantung kepada kondisi kesehatan, tingkat keparahan penyakit, serta respons tubuh pasien terhadap obat.

Berikut adalah dosis umum penggunaan diltiazem yang diresepkan oleh dokter.
Hipertensi : Dosis 120mg, dua kali sehari
Angina : Dosis 90-180mg, dua kali sehari

Dosis diltiazem yang diberikan bagi pasien lansia dan gangguan fungsi hati atau ginjal biasanya lebih rendah, yaitu 60-120 mg dua kali sehari untuk menangani hipertensi dan 60 mg dua kali sehari untuk mencegah angina.
Diltiazem dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Cara Minum Obat Yang Baik dan Benar

Jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan dan Gunakan diltiazem sesuai anjuran dokter.

Pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. Langkah ini dilakukan untuk memantau keefektifan dosis diltiazem dan respons tubuh pasien terhadap obat.

Hindari konsumsi minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti pusing.

Jika Anda ingin berhenti menggunakan diltiazem, jangan melakukannya secara tiba-tiba. Konsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Demikian pula dengan penggunaan obat lain.

Anda juga dianjurkan untuk senantiasa menggunakan diltiazem dengan merek dan takaran yang sama, kecuali ada perubahan dari dokter. Jangan lupa untuk memeriksa dan memastikan merek dan dosis diltiazem tiap Anda menebus resep.

Langkah perubahan gaya hidup juga sebaiknya dilakukan agar keefektifan obat ini bisa maksimal. Misalnya dengan dengan menerapkan pola makan yang sehat, berhenti merokok, menjauhi minuman keras, dan berolahraga secara teratur.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi diltiazem pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi diltiazem, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis diltiazem pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Efek Samping Obat

  • Efek samping diltiazem yang sering terjadi : sakit kepala, kelelahan, pusing, mengantuk, mual, nyeri perut, rasa panas dan kemerahan pada wajah, palpitasi, bradikardi, blokade sinoatrial, blokade AV, jantung berdebar, somnolensi, termasuk edema perifer (terutama pada pergelangan kaki).
  • Efek samping diltiazem yang Jarang terjadi: kelainan pada darah, impotensi, depresi, insomnia, takikardia, ruam kulit (termasuk eritema multiforme dan torn dermatitis), fotosensitif dan penyakit kuning.
    Meskipun sangat jarang namun akan berakibat fatal bila terjadi. Oleh karena itu pemakaian obat ini harus dengan pengawasan dokter

Interaksi Obat

Berikut beberapa interaksi diltiazem dengan obat-obat lain jika diberikan secara bersamaan :

  • Diltiazem meningkatkan konsentarsi plasma obat-obat berikut : teofilin, takrolimus, sirolimus, buspiron, midazolam, karbamazepin, ivabradin, imipramin, dan digoksin.
  • Meningkatkan resiko terjadinya miopati jika diberikan bersamaan dengan simvastatin.
  • Rifampisin mempercepat metabolisme diltiazem sehingga mengurangi efektivitasnya.
  • Jika diberikan bersamaan dengan nifedipin, konsentrasi kedua obat meningkat.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan diltiazem kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

meskipun hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan acuan keamanan obat pada manusia, fakta bahwa obat ini terbukti memiliki efek buruk terhadap janin hewan harus menjadi perhatian serius. Jika tidak benar-benar dibutuhkan atau masih bisa menggunakan obat lain yang lebih aman, penggunaan diltiazem oleh wanita hamil sebaiknya tidak dilakukan.

Peringatan dan Perhatian

  • Sebaiknya menghindari penggunaan diltiazem untuk Wanita yang merencanakan kehamilan, sedang hamil, dan menyusui
  • Harap berhati-hati jika menderita gangguan ginjal, gangguan hati, gagal jantung, detak jantung abnormal, porfiria, hipotensi, gangguan paru-paru, serta pernah mengalami serangan jantung belum lama ini.
  • Jangan menggunakannya tanpa resep dokter atau melebihi dosis yang dianjurkan karena penyakit-penyakit seperti angina dan infark miokardial akut dapat memburuk secara cepat saat awal pemakaian dan peningkatan dosis secara tidak tepat.
  • Pastikan Anda menggunakan diltiazem dengan merek dan dosis yang sama, kecuali ada anjuran dokter untuk menggantinya
  • Selama mengonsumsi diltiazem, beri tahu dokter sebelum menjalani prosedur medis apa pun karena obat ini dapat memengaruhi kinerja obat bius.
  • Hindari konsumsi minuman keras selama menggunakan diltiazem.
  • Pengurangan dosis mungkin diperlukan bagi pasien yang memiliki gangguan hati dan ginjal.
  • Penghentian pemakaian obat secara tiba-tiba bisa meningkatkan frekuensi dan durasi nyeri dada. Lakukan penghentian secara bertahap dengan pengawasan dokter.
  • Obat ini menyebabkan pusing dan mengantuk. Jangan menyalakan mesin atau mengendarai kendaraan saat menggunakan obat ini.
  • Segera temui dokter jika gejala angina atau sakit dada yang Anda alami bertambah parah atau frekuensinya meningkat.
Diltiazem medlineplus.gov 11 Agu 2018. Diltiazem

Definisi Obat Diltiazem adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi), angina (nyeri dada), dan gangguan irama jantung tertentu. Obat ini termasuk ke dalam golongan calcium channel blockers. Diltiazem biasanya dipilih jika pasien tidak bisa diberikan obat-obat anti hipertensi golongan beta blocker. Diltiazem merupakan obat penghambat kanal kalsium atau antagonis kalsium. Diltiazem hanya […]

4.9
One Comment

Kolom Tanya Jawab

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



© 1001obat.com tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan, Seluruh tulisan di website ini ditujukan untuk kepentingan informasi semata dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran medis, diagnosis, dan terapi medis. 1001obat.com Tidak melayani jual beli obat ataupun peralatan medis lainnya