Diclofenac

loading...

Definisi Obat

Diclofenac adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit (nyeri), mulai dari nyeri ringan hingga sedang dan juga untuk mengurangi radang (inflamasi).
Diclofenac termasuk salah satu obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) / nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID), Diclofenac mempunyai nama kimia 2- (2,6-dichloranilino) asam fenilasetat.

gambar obat diclofenac

Contoh obat dengan kandungan diclofenac merek Voltaren

Diclofenac memiliki dua jenis, yaitu diclofenac potassium dan diclofenac sodium. Diclofenac potassium lebih cepat diserap oleh tubuh sehingga lebih sering digunakan untuk meredakan rasa sakit. Sedangkan diclofenac sodium yang bereaksi untuk waktu yang lebih lama lebih berguna untuk meredakan inflamasi.
Obat ini biasanya diberikan dalam bentuk garamnya, berupa natrium diklofenak atau kalium diklofenak dan berupa diclofenac diethylamine (jika diberikan secara topikal / dioleskan). Obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter, meski di beberapa negara telah disetujui untuk bisa diperoleh secara bebas (tanpa resep) untuk penggunaan yang terbatas pada nyeri ringan dan demam yang disebabkan oleh infeksi umum.

Beberapa kondisi yang dapat ditangani dengan diclofenac antara lain : rheumatoid arthritis, osteoartritis, penyakit asam urat, nyeri punggung, terkilir, sakit gigi, migrain akut, asam urat dan nyeri karena batu ginjal dan batu empedu.

Nama Generik Diclofenac
Brand Name (Nama Dagang) Voltaren, X-flam, Yariflam, voltadex, trimaclo,renadinac,provoltar, Nilaren, cataflam, voltarol, Scanaflam, Xepathritis, Xepathritis ,voren, dll.
Jenis Obat Antiinflamasi non-steroid
Golongan Obat Obat Resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa dan anak-anak
Bentuk Sediaan Tablet, Cair, Topikal
Indikasi
  • membantu mengurangi nyeri, gangguan inflamasi (radang), dismenore (nyeri hadi), nyeri ringan sampai sedang pasca operasi khususnya ketika pasien juga mengalami peradangan.
  • Mengurangi rasa sakit pada penderita arthritis, rheumatoid arthritis, osteoarthritis, untuk sakit gigi, migrain akut, asam urat dan nyeri karena batu ginjal dan batu empedu.
  • Mengurangi nyeri kronis pada penderita kanker
  • Sediaan topikal (obat luar) digunakan untuk pengobatan osteoarthritis, actinic keratosis, memar dan nyeri akut karena keseleo.
  • Sediaan tetes mata yang digunakan untuk mengobati radang nonbacterial akut dan kronis pada bagian anterior mata.
Kontra Indikasi
  • Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap diklofenak (diclofenac), riwayat reaksi alergi (bronkospasme, shock, rhinitis, urtikaria) setelah penggunaan aspirin atau NSAID lainnya (misalnya, ibuprofen, celecoxib).
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung sebaiknya jangan menggunakan obat ini.
    Obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, atau radang / tukak pada lambung atau usus.
  • Kontraindikasi untuk pasien yang sedang hamil terutama di 3 bulan terakhir.
  • NSAID termasuk diklofenak (diclofenac) tidak boleh diberikan untuk penderita demam berdarah, karena menginduksi kebocoran kapiler dan gagal jantung.
  • Jangan diberikan untuk penderita penyakit jantung iskemik, penyakit arteri perifer, penyakit cerebrovascular, dan gagal jantung kongestif.

Cara Kerja Obat

Diclofenac bekerja dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Enzim ini berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan menghalangi kerja enzim COX, prostaglandin lebih sedikit diproduksi, yang berarti rasa sakit dan peradangan akan mereda.

Dosis Diclofenac

Tiap pasien membutuhkan takaran diclofenac yang berbeda-beda. Penentuan takaran obat ini tergantung kepada jenis kondisi yang diobati, tingkat keparahan gejala, serta jenis diclofenac yang digunakan. Di samping itu, khusus bagi pasien anak-anak, berat badan dan usia juga merupakan faktor penting dalam menentukan dosis.

Takaran diclofenac yang umum diberikan untuk pasien dewasa adalah 75-150 mg dalam sehari. Total dosis ini akan dibagi ke dalam dua hingga tiga kali konsumsi. Dosis maksimal penggunaan diclofenac dalam 24 jam adalah 200 mg untuk diclofenac potassium dan 150 mg untuk diclofenac sodium.

Berikut ini adalah dosis lebih jelasnya

  • Dosis lazim dewasa untuk Osteoarthritis
    • diclofenac bebas asam kapsul : 35 mg 3 kali sehari secara oral
    • Kalium diclofenac immediate-release tablets : 50 mg 2 atau 3 kali sehari secara oral
    • Natrium diclofenac tablet salut enterik : 50 mg 2 atau 3 kali sehari atau 75 mg 2 kali sehari secara oral
    • Dosis maksimum: 100 mg setiap hari
    • Natrium diclofenac extended-release tablets : 100 mg sekali sehari secara oral
  • Dosis lazim dewasa untuk Dismenore
    • Kalium diclofenac immediate-release tablets : 50 mg secara oral 3 kali sehari
  • Dosis lazim dewasa untuk Rheumatoid Arthritis
    • Kalium diclofenac immediate-release tablets : 50 mg 3 atau 4 kali sehari secara oral
    • Natrium diclofenac tablet salut enterik dan delayed-release tablets : 50 mg 3 sampai 4 kali sehari atau 75 mg 2 kali sehari secara oral
    • Dosis maksimum: 225 mg setiap hari
    • Natrium diclofenac extended-release tablets : 100 mg oral sekali sehari
    • Dosis maksimum: 100 mg oral 2 kali sehari
  • Dosis lazim dewasa untuk Migrain
    • Kalium diclofenac : 50 mg oral sekali sehari
  • Dosis lazim dewasa untuk Nyeri
    Oral :

    • Kalium diclofenac liquid-filled capsules : 25 mg 4 kali sehari secara oral
    • Diklofenak bebas asam kapsul: 18 mg atau 35 mg 3 kali sehari secara oral
    • Kalium diclofenac immediate-release tablets : 50 mg 3 kali sehari secara oral

    Parenteral :

    • 37,5 mg bolus Intra Vena lebih dari 15 detik setiap 6 jam sesuai kebutuhan
    • Dosis maksimum: 100 mg per hari

Cara Konsumsi Diclofenac Yang Baik dan Benar

Diclofenac sebaiknya dikonsumsi dengan makanan, setelah makan, atau setelah minum susu untuk mencegah efek samping gangguan pencernaan. Obat ini juga berpotensi menyebabkan pendarahan pada lambung. Karena itu, pastikan juga Anda menghindari rokok dan konsumsi minuman keras selama menggunakan diclofenac.

Baca dulu keterangan dalam kemasan obat sebelum mengkonsumsinya, atau sesuai anjuran dokter

Berikan jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi diclofenac pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Jangan menggandakan dosis diclofenac pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewatkan atau terlupa.

Efek Samping Diclofenac

  • Efek samping yang umum terjadi antara lain : gangguan pada saluran gastrointestinal seperti mual, muntah, sembelit, nyeri perut, diare, dispepsia, kembung, perdarahan / perforasi, mulas, ulkus lambung dan duodenum. Dalam pemakaian jangka panjang pasien biasanya diberikan obat seperti misoprostol, ranitidine 150 mg, atau omeprazole 20 mg pada waktu tidur, sebagai pencegahan pendarahan gastrointestinal.
  • Efek samping pada organ hati jarang terjadi, dan biasanya reversibel. Meski demikian, kasus-kasus seperti nekrosis hati, sakit kuning, hepatitis fulminan dan gagal hati telah dilaporkan terjadi pada pemakaian jangka panjang dan dalam dosis yang lebih tinggi. Jika tanda-tanda dan gejala yang konsisten dengan penyakit hati klinis terjadi, atau jika manifestasi sistemik terjadi (misalnya : eosinofilia, ruam, dan lain – lain), penggunaan obat ini harus dihentikan.
  • Efek samping yang berkaitan dengan kesehatan mental adalah depresi, kecemasan, mudah marah, mimpi buruk, dan reaksi psikotik. Tetapi ini terjadi sangat jarang.
  • Obat-obat golongan NSAID dapat menyebabkan luteinized sindrom folikel ruptur, yang menunda atau mencegah ovulasi. Oleh karena itu obat ini dapat menyebabkan kemandulan yang sifatnya sementara pada wanita, terutama jika pemakaian dalam jangka panjang.
  • Kondisi-kondisi penekanan sumsum tulang seperti leukopenia, agranulositosis, thrombopenia dengan / tanpa purpura, anemia aplastik dapat terjadi tetapi sangat jarang. Meski demikian kemungkinan ini harus diwaspadai, karena jika terjadi dapat berakibat fatal.
  • Anemia juga dilaporkan terjadi pada pasien yang menggunakan obat-obat NSAID. Pasien pada pengobatan jangka panjang, kadar hemoglobin dan hematokrit harus diperiksa jika mereka menunjukkan tanda-tanda gejala anemia.
  • Reaksi dermatologis seperti dermatitis eksfoliatif, sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik, yang dapat berakibat fatal, dapat terjadi selama pemakaian NSAID. Pengobatan harus dihentikan jika tanda-tanda seperti ruam atau hipersensitivitas muncul.
  • Diclofenac juga dapat mengganggu siklus menstruasi normal.

Segera hentikan pemakaian obat dan temui dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius, seperti tinja berwarna hitam atau berdarah, sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh, demam, serta muntah darah.

Interaksi Obat

  • Resiko perdarahan lambung meningkat : Antikoagulan (misalnya, warfarin), aspirin, kortikosteroid (misalnya prednisone), heparin, atau selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) (misalnya, fluoxetine) :
  • Efek samping obat-obat ini meningkat : Siklosporin, lithium, methotrexate, kuinolon (misalnya, ciprofloxacin), atau sulfonilurea (misalnya, glipizide)
  • Efektivitas obat-obat ini menurun : Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (misalnya, captopril, enalapril) atau diuretik (misalnya, furosemide, hydrochlorothiazide) :

Penggunaa’an Diclofenac Untuk Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan diclofenac kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat ini oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

Obat ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil terutama pada trimester akhir karena dapat menyebabkan penutupan dini duktus arteriosus.

Peringatan dan Perhatian

  • Diclofenac sebaiknya dihindari oleh wanita yang sedang merencanakan kehamilan karena dapat mengurangi kesuburan.
    Wanita yang sedang hamil dan menyusui dilarang mengonsumsi diclofenac.
  • Harap berhati-hati jika menderita penyakit jantung, stroke, tukak lambung atau usus halus, penyakit inflamasi usus, asma, gangguan penggumpalan darah, hipertensi, lupus, gangguan hati, gangguan ginjal, alergi terhadap obat anti inflamasi non-steroid lain (misalnya, aspirin dan ibuprofen), porfiria, serta urtikaria.
  • Orang-orang yang menderita gagal jantung, penyakit jantung atau stroke sebaiknya tidak menggunakan obat ini meskipun banyak penelitian mengatakan efek samping terhadap resiko terjadinya infark miokardial relatif kecil.
  • Fungsi hati pasien harus dipantau secara teratur selama pemakaian diklofenak (diclofenac) terutama jika digunakan dalam jangka waktu panjang.
  • Diclofenac Sebaiknya diminum setelah makan atau bersama makanan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan.
  • Dokter umumnya akan memberikan diclofenac dengan dosis efektif yang paling rendah dan durasi konsumsi sesingkat mungkin untuk menghindari efek samping. Jika Anda harus meminumnya untuk jangka panjang, biasanya dokter akan memberikan obat lain guna melindungi lambung Anda.
  • Selama menggunakan diclofenac, beri tahu dokter sebelum menjalani langkah penanganan medis apa pun.
  • Jika mengonsumsi obat ini, sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat karena obat ini dapat menyebabkan rasa kantuk atau pusing pada sebagian orang.
  • Jika obat ini diresepkan untuk pasien yang memiiki riwayat maag atau pendarahan gastrointestinal, resiko terjadinya perdarahan meningkat 10 kali lipat.
  • Jika pasien menderita hipertensi, tekanan darah harus dipantau selama pengobatan karena NSAID termasuk diklofenak (diclofenac) dapat meningkatkan tekanan darah dan memperburuk kondisi hipertensi.
  • Karena NSAID dapat menyebabkan retensi cairan dan edema, perhatian harus diberikan pada pasien dengan gagal jantung atau yang sudah pernah mengalami retensi cairan.
  • Pasien harus cukup terhidrasi (cukup cairan) sebelum menggunakan diklofenak (diclofenac).
  • Penggunaan jangka panjang NSAID dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
  • Penggunaan pada pasien lanjut usia harus lebih hati-hati karena mereka lebih sensitif terhadap efek obat ini, terutama perdarahan perut dan masalah ginjal.
  • Belum diketahui apakah diklofenak (diclofenac) diekskresikan melalui ASI. Tetapi mengingat efek yang buruk obat ini terhadap anak-anak sebaiknya jangan menyusui saat menggunakan obat ini.
  • Jika tanda-tanda reaksi anafilaksis (misalnya, kesulitan bernafas, pembengkakan wajah atau tenggorokan) terjadi segera hubungi pihak medis.
  • Pemeriksaan kesehatan secara teratur juga disarankan. Proses ini dilakukan agar perkembangan kondisi pasien serta keefektifan obat ini bisa dipantau oleh dokter.
natrium diklofenak paten | harga diclofenac | merek dagang natrium diklofenak | merek paten diclofenac potasium | harga obat diclofenac sodium | nama dagang natrium diklofenak | diclofenac potassium 50 mg oral tablet obat apa | obat paten yang berisi diclofenac sodium | macam macam diclofenac sodium | direktori d |
Diclofenac Khabib M 23 Mar 2017. Diclofenac

Definisi Obat Diclofenac adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit (nyeri), mulai dari nyeri ringan hingga sedang dan juga untuk mengurangi radang (inflamasi). Diclofenac termasuk salah satu obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) / nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID), Diclofenac mempunyai nama kimia 2- (2,6-dichloranilino) asam fenilasetat. Diclofenac memiliki dua jenis, yaitu diclofenac potassium dan diclofenac sodium. […]

4.9 Khabib M
loading...

Kolom Tanya Jawab

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...