Diazepam

loading...

Definisi Obat

Diazepam adalah obat yang digunakan sebagai obat penenang, anti konvulsan, dan relaksan otot. Obat ini biasanya digunakan dalam situasi seperti kecemasan, kejang otot, sulit tidur (insomnia) dan sebagai obat bius untuk praoperasi. Obat ini sebaiknya hanya digunakan dalam terapi jangka pendek.

Diazepam termasuk kelompok obat benzodiazepine yang memengaruhi sistem saraf otak dan memberikan efek penenang. Obat ini bisa menyebabkan kecanduan, ketergantungan, atau bahkan kebal terhadap efek obat ini. Setelah mengonsumsi diazepam, efek obat ini mulai dalam satu sampai lima menit dan bisa bertahan selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah Anda berhenti mengonsumsinya.

Diazepam pertama kali disintesis oleh Leo Sternbach, dan pertama kali diproduksi oleh Hoffmann-La Roche. Ini telah menjadi salah satu obat yang paling sering diresepkan di dunia sejak diluncurkan pada tahun 1963. Di Amerika Serikat itu obat penjualan tertinggi antara 1968 dan 1982, menjual lebih dari dua miliar tablet pada tahun 1978 saja. Pada tahun 1985 paten berakhir, dan sekarang ada lebih dari 500 merek yang tersedia di pasar.

gambar obat diazepam

Contoh Obat Generik Berlogo Diazepam Produksi Kimia Farma

Nama Generik Diazepam (dye AZ e pam)
Nama Merek Dagang Valium, decazepam, diazepam, mentalium, prozepam injeksi, stesolid,
trazep rectal, valdimex, validex, valisanbe, vodin.
Jenis Obat Benzodiazepine
Golongan Obat Obat Keras, Obat Resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa dan anak-anak
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan Bentuk obat Tablet, obat cair yang diminum, suntikan, dan tabung rektum. (Diazepam biasanya dipasarkan berupa sediaan diazepam tablet 2 mg, 5 mg dan 10 mg, syrup 2 mg / 5 ml, cairan injeksi 2 mg / ml, dan 5 mg / ml, serta rektal enema 5 mg / 2.5 ml dan 10 mg / 2.5 ml. diazepam sering juga dipasarkan dalam bentuk kombinasi dengan antalgin (metampiron))
Indikasi
  • Melemaskan otot kejang
  • Gejala putus alkohol
  • Serangan kecemasan
  • Insomnia
  • Kejang karena epilepsi atau demam
  • Obat-obatan pra-operasi
Kontra Indikasi
  • Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada diazepam atau obat golongan benzodiazepine lainnya.
  • Hindari penggunaan obat ini pada pasien myasthenia gravis, dan insufisiensi pernapasan berat.
  • Hindari menggunakan obat ini untuk wanita hamil terutama pada trimester pertama atau ibu menyusui.
  • Tidak boleh digunakan sebagai terapi tunggal pada depresi atau ansietas dengan depresi.

Cara Kerja Obat

Diazepam bekerja dengan cara meningkatkan efek dari neurotransmitter gamma-Aminobutyric acid (GABA).

Dosis Obat

Dalam mengonsumsi obat ini, selalu ikuti anjuran dari dokter. Minum obat ini dengan air sebelum atau sesudah makan
Selalu tanyakan pada dokter sebelum Anda berhenti atau ingin melanjutkan mengonsumsi obat ini. Dokter bisa mengubah dosis Anda untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Jangan mengurangi atau menambah sendiri dosis yang sudah diberikan.

Berikut adalah dosis diazepam selengkapnya:

  • Dosis lazim dewasa untuk Kecemasan (ansietas)
    • Oral : 2 – 10 mg, 2 – 4 x sehari.
    • Intramuskular atau intravena : 2 – 5 mg (kecemasan moderat) atau 5 – 10 mg (kecemasan berat) dalam dosis tunggal. Dapat diulangi setelah 3 – 4 jam, jika perlu.
  • Dosis lazim dewasa untuk gejala putus alkohol
    • Oral : 10 mg, 3 – 4 x selama 24 jam pertama, kemudian 5 mg, 3 – 4 x sehari sesuai kebutuhan.
    • Intramuskular atau intravena : 5 – 10 mg 1 x. Dapat diulangi setelah 3 – 4 jam, jika perlu.
  • Dosis lazim dewasa untuk ICU Agitasi
    • Dosis awal : 0.02-0.08 mg / kg intravena lebih dari 2 – 5 menit setiap 0.5 – 2 jam untuk menangani agitasi akut.
    • Dosis pemeliharaan : 0.4-0.2 mg / kg BB / hari dengan infus intravena kontinu.
  • Dosis lazim dewasa untuk kekakuan otot (spasme)
    • Oral : 2 – 10 mg, 3 – 4 x sehari.
    • Intramuskular atau intravena : 5 – 10 mg sebagai dosis awal, kemudian 5 – 10 mg setelah 3 – 4 jam, jika perlu. Untuk tetanus, dosis yang lebih besar mungkin diperlukan.
  • Dosis lazim dewasa untuk Kejang
    • Oral : 2 – 10 mg, 2 – 4 x sehari.
    • rektal gel : 0.2 mg / kg, dibulatkan ke satuan dosis terdekat yang tersedia. Dapat diulangi setelah 4 – 12 jam.
  • Dosis lazim dewasa untuk premedikasi tindakan endoskopi atau radiologi
    • Intravena : 10 – 20 mg, sesuai keperluan untuk menghasilkan efek sedasi yang diinginkan pada beberapa pasien.
    • Intramuskular : 5 – 10 mg, 30 menit sebelum prosedur.
  • Dosis lazim dewasa untuk status epileptikusintravena atau intramuskular : dosis awal 5 – 10 mg. Dapat diulang dengan interval 10 – 15 menit sampai dosis maksimum 30 mg. Jika perlu, bisa diulang lagi setelah 2 – 4 jam.
  • Dosis lazim dewasa untuk anestesi ringanPremedikasi untuk anestesi : 10 mg, intramuskular, 1 – 2 jam sebelum operasi.
  • Dosis lazim anak untuk kejang
    gel rektal :

    • usia 2 – 5 tahun : 0.5 mg / kg BB, dibulatkan ke satuan dosis terdekat yang tersedia.
    • usia 6 – 11 tahun : 0.3 mg / kg BB, dibulatkan ke satuan dosis terdekat yang tersedia.
    • usia 12 tahun atau lebih : 0.2 mg / kg BB, dibulatkan ke satuan dosis terdekat yang tersedia.
      Dapat diulangi setelah 4 – 12 jam.
  • Dosis lazim anak untuk status epileptikus
    • Bayi berusia lebih dari 30 hari dan anak usia kurang dari 5 tahun : intravena lambat 0.2 – 0.5 mg setiap 2 – 5 menit sampai total dosis maksimum 5 mg. Ulangi setelah 2 – 4 jam jika diperlukan.
    • Anak-anak yang usia lebih besar atau sama dengan 5 tahun : intravena lambat 1 mg setiap 2 – 5 menit sampai maksimum 10 mg. Ulangi setelah 2 – 4 jam jika diperlukan.
  • Dosis lazim anak untuk Kecemasan (Usia 1 – 12 tahun)
    • Oral : 0.12-0.8 mg / kg BB / hari dalam dosis terbagi setiap 6 – 8 jam sesuai kebutuhan.
    • Intramuskular : 0.04-0.3 mg / kg BB setiap 2 – 4 jam sesuai kebutuhan, sampai maksimum 0.6 mg / kg BB dalam 8 jam.
  • kejang demam profilaksis pada anak-anak :Oral : 1 mg / kg BB / hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam. Memulai terapi pada tanda pertama dari demam dan terus selama 24 jam setelah demam turun.
  • Dosis lazim anak untuk kekakuan otot (spasme) (Usia 1 – 12 tahun )
    • Oral : 0.12-0.8 mg / kg BB / hari dalam dosis terbagi setiap 6 – 8 jam sesuai kebutuhan.
    • Intramuskular : 0.04-0.3 mg / kg BB setiap 2 – 4 jam sesuai kebutuhan, sampai maksimum 0.6 mg / kg BB dalam 8 jam.
  • Dosis lazim anak untuk kejang profilaksis (Usia 1 – 12 tahun)
    • Oral : 0.12-0.8 mg / kg BB / hari dalam dosis terbagi setiap 6 – 8 jam sesuai kebutuhan.
    • Intramuskular : 0.04-0.3 mg / kg BB setiap 2 – 4 jam sesuai kebutuhan, sampai maksimum 0.6 mg / kg BB dalam 8 jam.

Diazepam intravena harus diberikan secara perlahan-lahan selama 2 – 5 menit. Maksimum laju injeksi 5 mg / menit untuk orang dewasa dan 1 – 2 mg / menit untuk bayi dan anak-anak.
Jangan mengonsumsi diazepam lebih dari yang dianjurkan karena overdosis yang ditimbulkannya dapat berakibat fatal.

Cara Minum Obat Yang Baik dan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi diazepam. Tanyakan pada dokter jika Anda mengonsumsi obat lain bersamaan dengan diazepam karena beberapa obat-obatan bisa saling memengaruhi.

Minum obat ini dengan air sebelum atau sesudah makan. Umumnya, diazepam hanya diresepkan selama 4 minggu untuk mencegah tubuh menjadi kecanduan terhadapnya.

Jika Anda mengonsumsi obat untuk mengatasi insomnia, konsumsi obat ini sebelum tidur.

Jika dihentikan, dosis obat ini biasanya diturunkan secara perlahan-lahan sebelum dihentikan total. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gejala putus obat. Ikutilah aturan pemakaian sesuai dengan yang dianjurkan dokter.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi diazepam, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis diazepam pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Efek Samping Obat

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Meski obat ini memiliki manfaat yang baik kepada tubuh, tapi obat ini juga bisa menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping diazepam:

  • Efek samping yang umum adalah mengantuk, kesulitan koordinasi, kelelahan, kelemahan otot, ataksia, dan kepala terasa ringan.
  • Efek samping yang lebih jarang misalnya nyeri kepala, vertigo, perubahan salivasi, gangguan saluran cerna, ruam kulit, dan gangguan penglihatan.
  • Efek samping yang lebih serius, tetapi kejadiannya relatif jarang misalnya depresi pernapasan, ketergantungan, gangguan mental, amnesia, kebingungan, kelainan darah dan sakit kuning, retensi urin, dan hipotensi.
  • Efek samping paradoks dapat terjadi, termasuk kegelisahan, lekas marah, kegembiraan, memburuknya kejang, insomnia, kram otot, perubahan libido, dan dalam beberapa kasus, kemarahan dan kekerasan. Efek samping ini lebih mungkin terjadi pada anak-anak, orang tua, dan individu dengan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol dan atau agresi.
  • Obat ini meningkatkan risiko kejang jika digunakan terlalu sering pada pasien pengidap epilepsi.
  • pada injeksi intravena terjadi bisa terjadi nyeri, dan tromboflebitis.
  • Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan toleransi, ketergantungan, dan gejala putus obat pada pengurangan dosis.

Interaksi Obat

Berikut adalah interaksi diazepam dengan obat-obat lain bila digunakan secara bersamaan:

  • Obat-obat seperti barbiturat, fenotiazin, opioid, teofilin, dan antidepresan meningkatkan efek diazepam.
  • Cimetidine, omeprazole, oxcarbazepine, tiklopidin, topiramate, ketoconazole, itraconazole, disulfiram, fluvoxamine, isoniazid, erythromycin, probenesid, propranolol, imipramine, ciprofloxacin, fluoxetine, dan asam valproat memperpanjang aksi diazepam dengan menghambat eliminasinya.
  • Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan toleransi, ketergantungan, dan gejala putus obat pada pengurangan dosis.
  • Diazepam dapat menghambat efek levodopa (digunakan dalam pengobatan penyakit Parkinson).

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan diazepam kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun studi terhadap manusia . namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Seperti obat golongan benzodiazepin lainnya, diazepam bersifat lipofilik dan cepat menembus membran, sehingga dapat menyeberang ke plasenta dengan serapan obat yang signifikan. Penggunaan diazepam pada akhir kehamilan, apalagi dengan dosis tinggi, bisa mengakibatkan sindrom bayi floppy, hipotonia, keengganan untuk mengisap, sianosis, hipotermia, dan depresi pernafasan moderat.

Peningkatan risiko cacat bawaan dan kelainan perkembangan lain yang terkait dengan penggunaan obat golongan benzodiazepin selama kehamilan juga telah dilaporkan.

Peringatan dan Perhatian

  • Bagi wanita hamil, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui, dilarang mengonsumsi obat ini. Obat ini bisa memengaruhi janin dalam kandungan.
  • Obat ini mengakibatkan rasa kantuk, pusing, dan penglihatan kabur. Jangan mengemudi atau mengoperasikan alat berat saat mengonsumsi obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi pecandu narkoba dan alkohol, penderita gangguan pernapasan, gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan mental, kelainan pada darah, dan myasthenia gravis.
  • Temui dokter jika mengalami perubahan pola pikir atau perilaku. Obat ini bisa menyebabkan kebingungan, halusinasi, dan bahkan pikiran untuk bunuh diri.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
  • Pemakaian obat harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi karena bisa berakibat fatal.
  • Jangan menggunakan obat ini dalam jangka panjang karena bisa menyebabkan ketergantungan. Potensi ketergantungan meningkat pada pasien dengan riwayat penyalahgunaan alkohol atau narkoba.
  • Dosis yang lebih rendah direkomendasikan untuk pasien dengan insufisiensi pernapasan kronis, karena risiko depresi pernapasan.
  • Diazepam tidak dianjurkan dalam pengobatan pasien psikotik dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti perawatan yang tepat.
  • Penghentian pemakaian obat secara mendadak setelah penggunaan jangka panjang berpotensi berbahaya.
  • Reaksi kejiwaan dan paradoks diketahui bisa terjadi akibat penggunaan obat-obat golongan benzodiazepin. Jika hal ini terjadi, penggunaan obat harus dihentikan. Efek samping ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang tua.
  • Jangan memberikan obat ini untuk anak berusia lebih muda dari 6 bulan
harga diazepam | harga diazepam di apotik | harga obat diazepam | obat diazepam | diazepam 5 mg kimia farma | harga diazepam 2 mg | obat diazepam apotik kimia farma sorosutan | harga diazepam 5mg | harga valium | harga obat diazepam lengkap |
Diazepam Khabib M 29 Mei 2016. Diazepam

Definisi Obat Diazepam adalah obat yang digunakan sebagai obat penenang, anti konvulsan, dan relaksan otot. Obat ini biasanya digunakan dalam situasi seperti kecemasan, kejang otot, sulit tidur (insomnia) dan sebagai obat bius untuk praoperasi. Obat ini sebaiknya hanya digunakan dalam terapi jangka pendek. Diazepam termasuk kelompok obat benzodiazepine yang memengaruhi sistem saraf otak dan memberikan […]

4.9 Khabib M
loading...
13 Comments

Kolom Tanya Jawab

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...