Clotrimazole

loading...

Definisi Obat

Clotrimazole adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur pada kulit, seperti infeksi jamur pada liang vagina (kandidiasis vaginalis), liang telinga (otitis eksterna), tenggorokan, sariawan, serta panu dan kurap.
Biasanya jamur di kulit tidak berbahaya, tapi beberapa jenis jamur lainnya pada kulit kita bisa menyebabkan infeksi. Clotrimazole mampu meredakan gejala-gejala infeksinya dengan cara mematikan serta menghambat pertumbuhan jamur-jamur tersebut.

Clotrimazole juga bisa digunakan untuk menangani pityriasis. Pityriasis adalah penyakit kulit akibat jamur yang menyebabkan kulit kaki, lengan, leher, dan dada menjadi lebih terang atau lebih gelap.

Clotrimazole dipasarkan dalam berbagai bentuk sediaan seperti clotrimazole cream, tablet vagina, atau troche / tablet hisap untuk infeksi jamur pada tenggorokan. sediaan oral diperoleh hanya dengan resep dokter, sedangkan sediaan topikal seperti cream untuk jamur kulit bisa diperoleh tanpa resep dokter.

Clotrimazole juga biasa dikombinasikan dengan dexamethasone, hydrocortisine, atau betametason sebagai cream topikal untuk mengobati tinea corporis (kurap), tinea cruris (jock itch/gatal atlet), atau tinea pedis (athlete’s foot/kaki atlet).

gambar obat clotrimazole canesten bayuten

Contoh Beberapa Obat Bermerek Clotrimazole (Canesten, Bayuten)

Nama Generik Clotrimazole
Nama Merek Dagang Lotrimin, Desenex, Canesten, Baycuten N, bernesten, candacort cream, candazole
canesten cream, canesten powder, canesten SD tablet vaginal, canesten VT tablet vaginal, canexcream, clonitia, clotrimazole, cotristen, dermifar, erphamazol, fungiderm cream, fungiderm powder, fungiderm solution, katisiline, kranos, lotrimin cream, lotrimin solution, gyne lotrimin tablet vaginal, lotriderm, neo ultrasiline cream, neo ultrasiline powder.
Jenis Obat Antifungal dan antiparasit
Golongan Obat Obat Resep, Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas
Dikonsumsi Untuk Anak-anak dan dewasa (untuk tablet vagina di atas 16 tahun)
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan obat Krim, salep, tablet untuk vagina, Troche (permen tenggorokan)
Indikasi Memgobati infeksi jamur pada kulit, telinga, vagina
Kontra Indikasi Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (Alergi) terhadap obat ini atau obat golongan imidazole lainnya.

Cara Kerja Obat

Clotrimazole termasuk golongan imidazole yang bekerja dengan cara mengubah permeabilitas dinding sel jamur. Clotrimazole mengikat fosfolipid dalam membran sel dan menghambat biosintesis ergosterol dan sterol lain yang diperlukan untuk produksi membran sel. Hal ini menyebabkan kematian sel melalui hilangnya unsur intraseluler.

Dosis Obat

  • Untuk krim clotrimazole, biasanya dokter menyarankan 2-3 kali sehari. Dosis untuk anak-anak disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi, kondisi tubuh, dan respons tubuh.
  • clotrimazole jenis tablet vagina, biasanya dokter akan menyarankan untuk menggunakan sekali dalam sehari selama 1-7 hari. Menghentikan pengobatan terlalu cepat akan membuat jamur penyebab infeksi kembali berkembang.
  • Clotrimazole dalam bentuk tetes telinga, Gunakan 2-3 tetes sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Bila infeksi telah dinyatakan sembuh, teruskan pemakaian hingga 14 hari sesudahnya.
  • Oral thrush, Biasanya digunakan 5 x sehari selama 14 hari
  • Infeksi kulit, 2 x sehari selama 2-8 minggu

Cara Menggunakan Clotrimazole Yang Baik dan Benar

Bacalah selalu petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakannya. Sebelum diolesi clotrimazole, pastikan bagian tubuh yang terinfeksi benar-benar kering usai mandi. Bersihkan kedua tangan Anda sesudah mengoleskan clotrimazole pada bagian kulit yang terinfeksi jamur, agar infeksi tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Clotrimazole tablet vagina tidak boleh digunakan untuk bagian tubuh selain vagina. Ikuti petunjuk pada kemasan obat atau anjuran dokter dalam memasukkan tablet ke dalam vagina dengan benar. Cucilah kedua tangan sebelum dan sesudah memasukkan clotrimazole tablet ke dalam lubang vagina. Hindari penggunaan produk-produk vagina lainnya selama masa pengobatan. Untuk memaksimalkan efek pengobatan, gunakan clotrimazole tablet vagina ini sebelum tidur malam.

Jangan memperpanjang atau mengurangi durasi pengobatan tanpa izin dokter. Usahakan untuk selalu menggunakan clotrimazole secara rutin, pada jam yang sama setiap hari untuk memaksimalkan efek pengobatan.

Efek Samping Obat

  • Beberapa efek samping clotrimazole krim dan tetes telinga yang umumnya terjadi adalah:
    • Sensasi terbakar atau perih pada kulit.
    • Kulit berubah menjadi kemerahan, dan terasa sakit saat disentuh.
    • Kulit mengelupas.
    • Pembengkakan.
    • Iritasi.
  • Efek samping sediaan cream, suppositoria atau tablet vagina misalnya sensasi terbakar pada vagina, poliuria, gatal vulva, nyeri, dan edema.
  • Beberapa efek samping sangat parah dari clotrimazole krim dan tablet vagina yang jarang sekali terjadi adalah ruam, gatal, pembengkakan (di wajah, lidah atau tenggorokan), sakit kepala parah, kesulitan bernapas.
  • Efek samping sediaan oral (tablet hisap/lozenge) misalnya mual, muntah, gatal, sensasi tidak menyenangkan pada mulut dan pruritus. Penggunaan sediaan oral juga dilaporkan menyebabkan terjadinya hasil tes fungsi hati yang abnormal. Tingkat SGOT tinggi dilaporkan terjadi pada sekitar 15% pasien dalam uji klinis.
  • Sediaan cream dan supositoria mengandung minyak yang dapat melemahkan kondom lateks dan diafragma. Sediaan cream yang digunakan pada kulit umumnya mempunyai efek samping seperti rasa panas, eritema, edema, gatal, rasa seperti terbakar, pedih, urtikaria, dan kejadian iritasi umum lain.

Interaksi Obat

Tidak ada interaksi obat yang signifikan untuk sediaan topikal. Namun, untuk sediaan oral yaitu tablet hisap (lozenge/troche), ada beberapa interaksi dengan obat lain :
Clotrimazole adalah inhibitor enzim CYP450, terutama CYP3A4. Oleh karena itu, semua obat yang dimetabolisme oleh enzim CYP3A4 berpotensi mengalami peningkatan kadar ketika diberikan bersamaan dengan clotrimazole oral. Contoh obat-obat yang dimetabolisme oleh enzim CYP3A4 adalah metadon, disopiramid, dofetilide, dronedarone, quinidine, alkaloid ergot (seperti dihydroergotamine, ergometrine (ergonovin), ergotamine, metilergometrin (metilergonovin)), irinotecan, lurasidone, midazolam oral, pimozide, triazolam, felodipin, nisoldipin, ranolazine, eplerenone, cisapride, lovastatin, simvastatin, ticagrelor, colchicine, fesoterodine, telitromisin dan solifenacin.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan clotrimazole oral kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Namun fakta bahwa obat ini telah menunjukkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan obat ini untuk wanita hamil. Disarankan hanya digunakan jika tidak ada pilihan lain yang lebih aman.

Namun pada sediaan topikal obat ini dikategorikan ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Sejumlah kecil obat ini dapat diserap secara sistemik setelah pemberian topikal dan pada vagina. Namun, obat ini masih dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada wanita hamil.

Peringatan dan Perhatian

  • Tidak untuk penderita infeksi jamur diatas 60 tahun.
  • Penting bagi pasien untuk menggunakan obat ini sesuai jangka waktu yang ditentukan oleh dokter, guna memastikan jamur penyebab infeksi musnah serta mencegahnya tumbuh kembali.
  • Obat ini hanya boleh digunakan sebagai obat luar. Jangan mengoleskannya pada mata, hidung, mulut, serta kulit yang luka, tergores, atau terbakar. Serta tidak digunakan untuk infeksi kuku.
  • Tidak untuk penderita perdarahan dari vagina, atau luka di vagina dan sekitarnya, apalagi bila disertai demam, menggigil, dan diare. Serta tidak digunakan oleh pemakai alat kontrasepsi berbahan latex karena clotrimazol merusak bahan ini.
  • Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi.
  • Tes fungsi hati harus dipantau secara berkala saat mengambil sediaan oral (troche/lozenge).
  • Keamanan dan efektivitas pada anak-anak di bawah usia 3 tahun belum ditetapkan. Oleh karena itu, penggunaannya tidak dianjurkan.
harga clotrimazole | harga klotrimazol | harga obat clotrimazole | harga clotrimazole cream | clotrimazole harga | harga salep clotrimazole | harga clotrimazole tablet | klotrimazol | salep clotrimazole | harga clotrimazole salep |
Clotrimazole Khabib M 27 Jun 2016. Clotrimazole

Definisi Obat Clotrimazole adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur pada kulit, seperti infeksi jamur pada liang vagina (kandidiasis vaginalis), liang telinga (otitis eksterna), tenggorokan, sariawan, serta panu dan kurap. Biasanya jamur di kulit tidak berbahaya, tapi beberapa jenis jamur lainnya pada kulit kita bisa menyebabkan infeksi. Clotrimazole mampu meredakan gejala-gejala infeksinya dengan […]

4.9 Khabib M
loading...
2 Comments

Kolom Tanya Jawab

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...