Cefuroxime

Definisi Obat

Cefuroxime  adalah obat yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang parah atau mengancam jiwa, diantaranya adalah :

  • Infeksi sinus atau sinusitis
  • Infeksi amandel atau tonsilitis
  • Infeksi tenggorokan (misalnya faringitis)
  • Infeksi saluran pernapasan (misalnya bronkitis)
  • Infeksi telinga (misalnya otitis media)
  • Infeksi kulit (misalnya penyakit lyme)
  • Infeksi kandung kemih (misalnya pyelonephritis dan cystitis)

Cefuroxime juga bisa diberikan pada pasien yang akan menjalani prosedur operasi guna mencegah kambuhnya infeksi.

Cefuroxime merupakan golongan antibiotik cephalosporin (sefalosporin) generasi kedua. Seperti dengan sefalosporin lainnya, meskipun sebagai berbagai generasi kedua, itu kurang rentan terhadap beta-laktamase. Oleh karena itu, mungkin memiliki aktivitas yang lebih besar terhadap Haemophilus influenzae, Neisseria gonorrhoeae, dan penyakit Lyme. Tidak seperti kebanyakan sefalosporin generasi kedua lainnya, cefuroxime dapat melewati sawar darah-otak.

Cefuroxime ditemukan oleh Glaxo, sekarang GlaxoSmithKline dan pertama kali dipasarkan pada tahun 1978 sebagai Zinacef.

gambar obat cefuroxime

Contoh Obat Cefuroxime Injeksi

Nama Generik
Nama Merek Dagang Ceftin, Kefurox, Zinacef, Zinacef ADD-Vantage, Zinacef TwistVial
Jenis Obat Antibiotik sefalosforin
Golongan Obat Obat Keras, Obat Resep
Dikonsumsi Untuk Bayi berusia di atas tiga bulan hingga dewasa
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan Tablet, cairan yang diminum, dan suntik
Indikasi Mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti sinusitis, tonsilitis, infeksi telinga, tenggorokan, dada, kulit, dan kandung kemih
Kontra Indikasi Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (Alergi) terhadap obat ini

Cara Kerja Obat

Cefuroxime Bekerja dengan cara memerangi dan membunuh bakteri yang ada dalam tubuh

loading...

Dosis Obat

Indikasi Berat Badan Dosis
Otitis media akut 40 kilogram ke atas (≥40 kg) 500 miligram (mg) sebanyak dua kali sehari.
Di bawah 40 kilogram (<40 kg) 15 miligram per kilogram berat badan (mg/kg) sebanyak dua kali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan dokter hingga 250 mg sebanyak dua kali sehari.
Sinusitis bakterial akut ≥40 kg 250 mg sebanyak dua kali sehari.
<40 kg 10 mg/kg sebanyak dua kali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan dokter hingga 125 mg sebanyak dua kali sehari.
Tonsilitis akut ≥40 kg 250 mg sebanyak dua kali sehari.
<40 kg 10 mg/kg sebanyak dua kali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan dokter hingga 125 mg sebanyak dua kali sehari.
Faringitis akut ≥40 kg 250 mg sebanyak dua kali sehari.
<40 kg 10 mg/kg sebanyak dua kali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan dokter hingga 125 mg sebanyak dua kali sehari.
Bronkitis (serangan akut pada penyakit kronik) ≥40 kg 500 mg sebanyak dua kali sehari.
Pyelonephritis ≥40 kg 250 mg sebanyak dua kali sehari.
<40 kg 15 mg/kg sebanyak dua kali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan dokter hingga 250 mg sebanyak dua kali sehari. Biasanya pengobatan berlangsung selama 10 sampai 14 hari.
Cystitis ≥40 kg 250 mg sebanyak dua kali sehari.
<40 kg 15 mg/kg sebanyak dua kali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan dokter hingga 250 mg sebanyak dua kali sehari.
Penyakit lyme ≥40 kg 500 mg sebanyak dua kali sehari. Biasanya pengobatan berlangsung selama 10 sampai 21 hari.
<40 kg 15 mg/kg sebanyak dua kali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan dokter hingga 125 mg sebanyak dua kali sehari. Biasanya pengobatan berlangsung selama 10 sampai 21 hari.
Infeksi jaringan lunak kulit ≥40 kg 250 mg sebanyak dua kali sehari.
<40 kg 15 mg/kg sebanyak dua kali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan dokter hingga 250 mg sebanyak dua kali sehari.

Cara Minum Obat Yang Baik dan Benar

Bacalah petunjuk aturan pakai atau informasi yang tertera pada kemasan cefuroxime sebelum mulai mengonsumsinya, dan Ikuti anjuran dokter.
Jangan menghentikan pengobatan tanpa seizin dari dokter agar infeksi tidak kambuh.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi cefuroxime pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi cefuroxime, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis cefuroxime pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Jangan lupa untuk tetap menemui dokter apabila dijadwalkan agar dokter dapat memonitor perkembangan kondisi Anda.

Efek Samping Obat

Beberapa efek samping cefuroxime yang umum terjadi setelah mengonsumsi antibiotik ini adalah:
Perubahan pada hasil pemeriksaan darah, Pusing, Sakit kepala, Mual, dan Diare

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

Wanita yang sedang hamil dan menyusui dapat mengonsumsi cefuroxime hanya atas petunjuk dokter.

Peringatan dan Perhatian

  • Bayi berusia di bawah tiga bulan tidak diperbolehkan mengonsumsi cefuroxime.
  • Harap berhati-hati jika Anda menderita gangguan ginjal.
  • Harap berhati-hati dalam menggunakan cefuroxime jika Anda alergi terhadap antibiotik penisilin.
  • Jangan menggunakan cefuroxime bersamaan dengan obat-obatan lainnya tanpa petunjuk dari dokter karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, misalnya mengganggu kinerja vaksin tifus dan menyebabkan efek samping muntah atau diare jika digunakan bersama pil kontrasepsi berbasis kombinasi hormon.
  • Cefuroxime juga dapat berdampak kepada hasil pemeriksaan kadar gula pada urine Anda. Maka dari itu, apabila Anda hendak melakukan pemeriksaan ini (biasanya dijadwalkan sebelum prosedur operasi), beri tahu dokter bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan cefuroxime.
loading...
CEfuroxime golongan | cefuroxime paten | nama dagang cefuroxime | nama jual cefuroxime | tujuan obat cefraxime |
Cefuroxime Khabib M 18 Jun 2016. Cefuroxime

Definisi Obat Cefuroxime  adalah obat yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang parah atau mengancam jiwa, diantaranya adalah : Infeksi sinus atau sinusitis Infeksi amandel atau tonsilitis Infeksi tenggorokan (misalnya faringitis) Infeksi saluran pernapasan (misalnya bronkitis) Infeksi telinga (misalnya otitis media) Infeksi kulit (misalnya penyakit lyme) Infeksi kandung kemih (misalnya pyelonephritis dan cystitis) Cefuroxime […]

4.9 Khabib M

Kolom Tanya Jawab

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *