Azathioprine

loading...

Definisi Obat

Azathioprine adalah obat untuk menurunkan sistem kekebalan tubuh dengan tujuan untuk mencegah sekaligus mengatasi reaksi penolakan tubuh terhadap transplantasi organ seperti hati atau ginjal (Ini karena sistem kekebalan tubuh memperlakukan organ baru sebagai penyerang).
Azathioprine pertama kali dibuat pada tahun 1957. Azathioprine termasuk kelompok obat imunosupresan yang cara kerjanya adalah menurunkan sistem kekebalan tubuh alami seseorang.
azathioprine tablet pics
Azathioprine juga digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri dan bengkak pada rheumatoid arthritis parah yang tidak teratasi oleh obat-obatan anti inflamasi non steroid (NSAID). Namun demikian, penderita rheumatoid arthritis yang pernah mengonsumsi obat alkylating agent atau dalam kondisi hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi azathioprine.
Azathioprine juga kerap diresepkan untuk mengatasi penyakit autoimun seperti penyakit seliac atau sprue, lupus eritematosus sistemik, penyakit takayasu, myasthenia gravis, dan vaskulitis. azathioprine juga dapat digunakan pada beberapa pasien yang memiliki dermatitis atopik, dan peradangan dinding usus.

Nama Generik Azathioprine
Brand Name (Nama Dagang) Azasan, Imuran
Jenis Obat Immunosupresan
Golongan Obat Obat resep
Dikonsumsi Untuk Dewasa dan anak-anak
Bentuk Sediaan Tablet dan Suntik
Indikasi Mencegah dan mengatasi penolakan transplantasi organ (khususnya ginjal), mengatasi gejala rheumatoid arthritis, dan mengatasi penyakit autoimun.
Kontra Indikasi Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (Alergi) terhadap obat ini

Dosis Azathioprine

Dosis obat tergantung dari kondisi penyakit yang akan diobati. Dosis untuk anak-anak ditentukan dokter sesuai kondisinya. Sedangkan dosis untuk dewasa mempertimbangkan berat badan dan juga harus ditentukan oleh dokter.

  • Dosis Dewasa untuk mencegah penolakan transplantasi organ : 1-5 mg/ kg/ hari.
  • Dosis Dewasa Untuk mengatasi reaksi penolakan terhadap transplantasi ginjal : Dosis awal 3-5 mg/ kg/ hari diberikan sebagai dosis tunggal, dilanjutkan dengan dosis rumatan 1-3 mg/ kg/ hari.
  • Dosis Dewasa Untuk mengatasi gejala rheumatoid arthritis : Dosis awal dimulai dari 1 mg/ kg/ hari selama 6-8 minggu, dan dosis dapat ditingkatkan sesuai kondisi pasien, dilanjutkan dosis rumatan: turunkan dosis perlahan sebesar 0.5 mg/ kg berat badan/hari setiap satu bulan hingga tercapai dosis terendah yang efektif.

Cara Menggunakan Obat Yang Baik dan Benar

  • Bacalah selalu petunjuk informasi yang tertera pada kemasan azathioprine sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Azathioprine dapat dikonsumsi secara oral dengan atau tanpa makanan. Jika terjadi gangguan pada perut, sebaiknya obat ini dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi iritasi perut.
  • Untuk mencegah penolakan transplantasi, pemakaian azathioprine dimulai satu hingga tiga hari sebelum transplantasi dan pada hari pelaksanaan transplantasi.
  • Selama mengonsumsi azathioprine, dokter akan meminta pasien melakukan tes darah lengkap setidaknya satu kali dalam seminggu selama delapan minggu pengobatan. Setelah itu, frekuensi tes dapat dikurangi dan dokter akan meminta pengulangan tes darah dengan jarak waktu tidak lebih dari tiga bulan. Hal ini dilakukan terutama untuk pasien yang akan mengonsumsi obat ini dalam waktu yang lama.
  • Segera konsumsi obat ini jika lupa mengonsumsinya. Jika waktu konsumsi berikutnya hampir tiba, lewatan dosis yang terlupa. Jangan mengonsumsi dua dosis untuk sekali pemakaian.
  • Jangan menghentikan konsumsi obat ini kecuali atas anjuran dokter karena dapat membuat kondisi pasien memburuk. Jika dokter melihat ada kemajuan kondisi dalam waktu tiga hingga enam bulan, dokter mungkin akan menurunkan dosis secara bertahap hingga akhirnya menghentikan pemberian obat ini.

Efek Samping Obat

Sama seperti obat-obat lain, semua obat pasti berpotensi efek samping, namun reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda.
Selain manfaat dari obat ini, beberapa efek samping dapat terjadi. Efek samping tersebut di antaranya:

  • Menjadi sering mual atau muntah.
  • Muncul benjolan yang tidak biasa.
  • Peradangan pada pankreas dan usus besar.
  • Tinja berwarna hitam
  • Ada darah dalam urine dan tinja.
  • Gusi berdarah.
  • Kelenjar membengkak.
  • Perdarahan, kelelahan, atau kelemahan yang tidak biasa.
  • Muncul bintik merah pada kulit.
  • Dada terasa sakit, demam, atau kedinginan.
  • Batuk dan tenggorokan serak.
  • Sulit mengeluarkan urine.
  • Napas pendek.
  • Sariawan pada bibir atau mulut.

Interaksi Obat

Analin purin lainnya seperti allopurinol menghambat xanthine oxidase, enzim yang memecah azathioprine, sehingga meningkatkan toksisitas azatioprin. Di sisi lain, allopurinol dosis rendah telah terbukti dapat meningkatkan keefektifan azathioprine secara efektif, terutama pada penyakit radang usus non-penanggap. Hal ini mungkin masih menyebabkan jumlah limfosit yang lebih rendah dan tingkat infeksi yang lebih tinggi, oleh karena itu kombinasi tersebut memerlukan pemantauan yang hati-hati.

Azathioprine mengurangi efek warfarin antikoagulan dan pelemas otot yang tidak terdepolarisasi, namun meningkatkan efek pelemas otot depolarisasi. Hal ini juga dapat mengganggu niasin (vitamin B3), yang menghasilkan setidaknya satu kasus pada pellagra dan aplasia meduler yang fatal. Ini juga telah dilaporkan menyebabkan kekurangan vitamin B12.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan obat ini kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman maupun studi terhadap manusia. namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Peringatan dan Perhatian

  • Saat mengonsumsi dan pasca pemakaian obat azathioprine, jangan melakukan vaksinasi tanpa persetujuan dokter. Obat ini dapat menurunkan kekebalan tubuh sehingga vaksin tidak akan bekerja secara efektif dalam mengatasi infeksi. Hindari juga orang yang menderita flu atau infeksi. Selain itu, wanita yang memiliki kemungkinan hamil dan pria harus menggunakan kontrasepsi yang efektif selama mengonsumsi azathioprine setidaknya 3 bulan setelah pemakaian obat dihentikan.
  • Bagi wanita hamil atau berencana untuk hamil dan menyusui dilarang mengonsumsi obat ini karena dapat membahayakan janin dan bayi.
  • Berhati-hatilah jika pernah menderita atau sedang memiliki masalah pada ginjal, hati, pankreas, gangguan pada usus besar, sumsum tulang belakang, kadar sel darah putih sedikit, infeksi, kekurangan enzim tertentu, perdarahan tidak wajar, dan gangguan genetik.
  • Konsultasikan kepada dokter apabila Anda menderita rheumatoid arthritis dan sedang atau pernah mengonsumsi obat alkylating agent seperti siklofosfamid, klorambucil, atau melphalan.
  • Konsultasikan pada dokter jika mengonsumsi obat-obatan lain, termasuk obat yang dijual bebas, obat herbal atau suplemen.
  • Gunakan juga tabir surya dengan faktor SPF minimal 15 saat berada di luar rumah. Obat ini juga dapat meningkatkan risiko mengalami kanker jenis tertentu, terutama kanker pada kulit, getah bening, atau darah. Bicarakan pada dokter tentang risiko ini.
  • Selain itu, azathioprine juga dapat menurunkan jumlah sel darah putih dan platelet dalam darah sementara sehingga meningkatkan risiko infeksi. Jika ini terjadi, perlu diambil langkah pencegahan terutama jika jumlah darah tersebut rendah untuk mengurangi risiko infeksi atau pendarahan.
  • Hubungi dokter bila merasakan gejala-gejala efek samping yang tidak wajar, tidak kunjung sembuh atau gejala buruk lainnya yang anda curigai berhubungan dengan obat ini.
harga clotrimazole di apotik | nama dagang azathioprine |
Azathioprine Khabib M 04 Mei 2017. Azathioprine

Definisi Obat Azathioprine adalah obat untuk menurunkan sistem kekebalan tubuh dengan tujuan untuk mencegah sekaligus mengatasi reaksi penolakan tubuh terhadap transplantasi organ seperti hati atau ginjal (Ini karena sistem kekebalan tubuh memperlakukan organ baru sebagai penyerang). Azathioprine pertama kali dibuat pada tahun 1957. Azathioprine termasuk kelompok obat imunosupresan yang cara kerjanya adalah menurunkan sistem kekebalan […]

4.9 Khabib M
loading...

Kolom Tanya Jawab

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...