Ampicillin (Ampisilin)

Definisi Obat

Ampicillin adalah kelompok obat antibiotik penisilin. Ampisilin adalah antibiotik yang digunakan untuk mencegah dan mengobati sejumlah infeksi bakteri, seperti infeksi saluran nafas, infeksi saluran kemih, infeksi pada lambung atau usus, meningitis, infeksi salmonella, endokarditis, dan infeksi telinga.

Ampisilin dikembangkan pada tahun 1961, Ampisilin juga dapat digunakan untuk tujuan tidak tercantum dalam panduan pengobatan.

Gambar obat ampicillin

Contoh : Obat Ampicillin Generik 250mg dan 500mg produksi kimia farma

Nama Generik Ampicillin (ampisilin)
Nama Obat Bermerek Dagang Principen, penbiotic, lactapen,ambripen, decapen, polypen, bannsipen,broadapen,bimapen, aktoralin, amcillin, ampicillin, corsacillin, dancillin, erphacillin, kalpicilin, metacillin, mycill, opicillin, parpicillin, penbritin, primacillin, rampicillin, sanpicillin, varicillin, viccilin, xepacillin, yekacillin, ampi.
Jenis Obat Antibiotik penisilin
Golongan Obat Obat Keras, Obat dengan resep dokter
Dikonsumsi Untuk Dewasa dan anak-anak
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan tablet, kaplet atau kapsul 250 mg, 500 mg atau 1000 mg dan 125 mg/ 5 ml sirup atau 250 mg/ 5 ml sirup forte dan obat suntik
Indikasi Mengobati infeksi akibat bakteri tertentu, misalnya:

  • Infeksi saluran nafas ( otitis media akut, faringitis yang disebabkan streptococcus, pneumonia, bronkitis, faringitis, sinusitis)
  • Infeksi telinga.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi saluran pencernaan.
  • Infeksi ginekologikal atau gonore (kencing nanah).
  • Endokarditis (infeksi selaput dan katup jantung).
  • pengobatan gonorrhoea, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi Salmonella dan shigela .
  • Antibiotik pilihan pertama untuk pengobatan infeksi-infeksi yang disebabkan enterococcus seperti endocarditis dan meningitis.
Kontra Indikasi Penggunaan antibiotik ampisilin (ampicillin) harus dihindari pada pasien hipersensitifitas pada ampisilin (ampicillin) dan antibiotika bata laktam lainnya seperti penicillin dan cephalosporin.

Cara Kerja Obat

Ampisilin (ampicillin) bekerja dengan cara menghambat secara irreversibel aktivitas enzim transpeptidase yang dibutuhkan untuk sintesis dinding sel bakteri. Secara spesifik ampisilin (ampicillin) menghambat tahap tiga-tahap akhir dari proses sintesis dinding sel bakteri yang merupakan awal dari kehancuran sel bakteri tersebut.
Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi pada tubuh manusia.

Dosis Obat

Dosis ampicillin akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi yang ingin ditangani, tingkat keparahannya, dan kondisi kesehatan pasien. Dosis akan direvisi oleh dokter dan disesuaikan menurut perkembangan kondisi.

  1. Dosis lazim dewasa untuk infeksi bakteri :
    parenteral:

    • infeksi saluran pernafasan dan jaringan lunak : 250-500 mg injeksi intramuskular atau intravena setiap 6 jam.
    • Infeksi saluran pencernaan dan saluran urogenital (termasuk infeksi oleh N.gonorrhoeae pada wanita) : 500 mg injeksi intramuskular atau intravena setiap 6 jam.
    • Urethritis pada laki-laki karena N.gonorrhoeae : 500 mg injeksi intramuskular atau intravena setiap 8 – 12 jam untuk 2 dosis.
    • Bakterial meningitis : 150 – 200 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 3 – 4 jam.
    • Septikemia : 150 – 200 mg/kg/hari.

    Oral :

    • infeksi saluran pencernaan dan urogenital : 500 mg secara oral setiap 6 jam.
    • Gonore : 2 – 3.5 gram + probenezid 1 gram sebagai dosis tunggal.
    • Infeksi saluran pernafasan : 250 mg secara oral setiap 6 jam.
  2. Dosis lazim dewasa untuk pencegahan bakterial endokarditis :
    2 g injeksi intramuskular atau intravena dalam dosis tunggal 30 – 60 menit sebelum prosedur operasi gigi.
  3. Dosis lazim dewasa untuk meningitis :
    150 – 200 mg/kg/hari injeksi intravena dalam dosis terbagi setiap 3 – 4 jam.
  4. Dosis lazim dewasa untuk gastroenteritis :
    500 mg secara oral atau injeksi intramuskular / intravena setiap 6 jam.
  5. Dosis lazim dewasa untuk Infeksi Intraabdominal :
    500 mg secara oral atau injeksi intramuskular / intravena setiap 6 jam.
  6. Dosis lazim dewasa untuk infeksi kulit dan jaringan lunak :
    250 – 500 mg secara oral setiap 6 jam atau 1-2 g injeksi intravena setiap 4 – 6 jam, tergantung keparahan infeksi.
  7. Dosis lazim dewasa untuk faringitis :
    • Parenteral : 250 – 500 mg injeksi intramuskular atau intravena setiap 6 jam.
    • Oral : 250 mg secara oral setiap 6 jam.
  8. Dosis lazim dewasa untuk sinusitis :
    • Parenteral : 250 – 500 mg injeksi intramuskular / intravena setiap 6 jam.
    • Oral : 250 mg secara oral setiap 6 jam.
  9. Dosis lazim dewasa untuk infeksi saluran pernapasan atas :
    • Parenteral : 250 – 500 mg injeksi intramuskular atau intravena setiap 6 jam.
    • Oral : 250 mg secara oral setiap 6 jam.
  10. Dosis lazim dewasa untuk pneumonia :
    • Parenteral : 250 – 500 mg injeksi intramuskular / intravena setiap 6 jam.
    • Oral : 250 mg secara oral setiap 6 jam.
  11. Dosis lazim dewasa untuk bronchitis :
    • Parenteral : 250 – 500 mg injeksi intramuskular / intravena setiap 6 jam.
    • Oral : 250 mg secara oral setiap 6 jam.
  12. Dosis lazim dewasa untuk infeksi saluran kemih :
    500 mg secara oral atau injeksi intramuskular / intravena setiap 6 jam.
  13. Dosis lazim dewasa untuk Pielonefritis (infeksi saluran ginjal) :
    500 mg secara oral atau injeksi intramuskular atau intravena setiap 6 jam.
  14. Dosis lazim dewasa untuk shigellosis :
    500 mg secara oral atau injeksi intramuskular / intravena setiap 6 jam.
  15. Dosis lazim dewasa untuk demam tifoid :
    500 mg secara oral atau injeksi intramuskular / intravena setiap 6 jam.
  16. Dosis lazim dewasa untuk otitis media :
    500 mg secara oral atau 1 – 2 g injeksi intramuskular atau intravena setiap 6 jam, tergantung pada keparahan infeksi.
  17. Dosis lazim anak untuk meningitis :
    Neonatus :

    • Usia < 7 hari : 50-100 mg/kg BB injeksi intravena setiap 8 jam.
    • Usia > 7 hari : 50-75 mg/kg BB injeksi intravena setiap 6 jam.

    Bayi dan anak-anak :
    50-100 mg/kg BB injeksi intravena setiap 6 jam.

  18. Dosis lazim anak untuk pencegahan bakterial endokarditis :
    50 mg/kg BB injeksi intramuskular / intravena. Diberikan sebagai dosis tunggal 1 jam sebelum prosedur operasi gigi.
  19. Dosis lazim anak untuk infeksi saluran pernafasan bagian atas (termasuk pneumonia), infeksi kulit dan jaringan lunak, serta infeksi saluran kemih :Neonatus :
    • Usia < 7 hari (BB < 2 kg) : 50 mg/ kg BB injeksi intramuskular atau intravena setiap 12 jam.
    • Usia < 7 hari (BB > 2 kg) : 50 mg/ kg BB injeksi intramuskular atau intravena setiap 8 jam.
    • Usia 8-28 hari (BB < 2 kg) : 50 mg/ kg BB injeksi intramuskular atau intravena setiap 8 jam.
    • Usia 8-28 hari (BB > 2 kg) : 50 mg/ kg BB injeksi intramuskular atau intravena setiap 6 jam.

    Usia > 1 bulan :
    Infeksi ringan – parenteral : 25-37.5 mg/kg BB injeksi intramuskular atau intravena setiap 6 jam.
    Oral : 12.5-25 mg/kg BB setiap 6 jam.

    Infeksi berat : 50-100 mg/kg BB injeksi intramuskular atau intravena setiap 6 jam.

Dosis tinggi dapat diberikan untuk infeksi yang lebih berat. sediaan oral sebaiknya diberikan 1/2 – 1 jam sebelum makan untuk memaksimalkan penyerapan obat. Untuk pasien dengan fungsi ginjal yang buruk, monitor kadar obat dalam plasma dan urine harus dilakukan.

Efek Samping Obat

Perawatan medis harus segera diberikan bila tanda-tanda pertama dari efek samping muncul karena jika seseorang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap ampisilin (ampicillin), dapat mengalami shock anafilaktik yang bisa berakibat fatal.
Dokter meresepkan ampicillin karena percaya manfaat obat ini lebih tinggi dibandingkan risiko efek sampingnya. Beberapa efek samping yang bisa terjadi, seperti:

  • Diare, mual, muntah, ruam kulit, dan Mulut atau lidah terasa sakit.
  • Efek samping yang jarang seperti angioedema dan Clostridium difficile diarrhea.

Interaksi Obat

  • Ampisilin (ampicillin) jika diberikan bersamaan dengan allopurinol dapat meningkatkan reaksi hipersensitivitas.
  • Obat antikoagulan warfarin dan obat probenezid dapat meningkatkan kadar ampicillin dalam plasma sehingga meningkatkan efek farmakologi ampicillin.
  • Ampisilin (ampicillin) dapat menurunkan efektivitas obat kontrasepsi oral.

Penggunaa’an Obat Untuk Wanita Hamil

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pemakaian ampisilin pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk , namun studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil tidak menunjukkan resiko untuk janin pada trimester berapapun.

Perhatian & Peringatan

  • Baca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi ampicillin. Jika Anda alergi terhadap antibiotik penisilin, beri tahu dokter sebelum diberikan ampicillin.
  • Antibiotik golongan penicillin termasuk ampisilin (ampicillin) telah diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI). Oleh karena itu, jika ampisilin (ampicillin) digunakan untuk ibu menyusui, perlu dikonsultasikan dengan dokter. Untuk menghindari efek sensitivitas ampisilin (ampicillin) terhadap bayi, penggunaan antibiotik ini harus dilakukan dengan jarak yang cukup dengan saat menyusui.
  • Pil kontrasepsi mungkin tidak berfungsi dengan sempurna jika dikonsumsi bersamaan dengan ampicillin. Gunakan alat kontrasepsi lain, seperti kondom, ketika Anda mengonsumsi obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi yang menderita gangguan ginjal dan demam kelenjar dalam mengonsumsi obat ini.
  • Obat ini bisa menghalangi vaksin tipes berfungsi dengan benar. Beritahu dokter jika Anda mengonsumsi ampicillin dan berencana menerima vaksin tipes.
  • Ampicillin diminum ketika perut dalam keadaan kosong karena tubuh menyerap ampicilin lebih sedikit jika diminum dengan atau setelah makan. Hal ini berarti, fungsi ampicillin menjadi kurang efektif. Lebih tepatnya, obat ini diminum satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan.
  • Jangan berhenti dulu mengonsumsi ampicillin meski gejala sudah menghilang. Berhenti terlalu awal akan mengakibatkan bakteri tetap berkembang dan menyebabkan infeksi kembali berulang. Jika menambah dosis, efeknya akan menurunkan efektivitas antibiotik terhadap bakteri.
  • Bagi pasien yang lupa mengonsumsi ampicillin, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis ampicillin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
  • Hentikan pemakaian ampisilin (ampicillin) jika terjadi super infeksi yang biasanya terjadi pada saluran pencernaan (umumnya disebabkan Enterobacter, Pseudomonas, S.aureus Candida)
  • Segera hubungi dokter, Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis.
ampicillin pat | bentuk ampicilin | nama paten dari ampicillin | harga ampicilin | gambar apicilin | ampisilin obat untuk | Apakah obat Broadapen Ampillicin trihydrate untuk sakit gigi? | broadapen ampicilin | pil ampisilin | contoh golongan ampisilin |
Ampicillin (Ampisilin) medlineplus.gov 16 Mei 2016. Ampicillin (Ampisilin)

Definisi Obat Ampicillin adalah kelompok obat antibiotik penisilin. Ampisilin adalah antibiotik yang digunakan untuk mencegah dan mengobati sejumlah infeksi bakteri, seperti infeksi saluran nafas, infeksi saluran kemih, infeksi pada lambung atau usus, meningitis, infeksi salmonella, endokarditis, dan infeksi telinga. Ampisilin dikembangkan pada tahun 1961, Ampisilin juga dapat digunakan untuk tujuan tidak tercantum dalam panduan pengobatan. […]

4.9

Kolom Tanya Jawab

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *